Majalah Edisi XLII (42) Tahun 2025 yang bertajuk ‘Gejolak Aktivisme Mahasiswa Semarang’

TAUTAN E- Majalah Edisi 42

25 TAHUN PASCA-REFORMASI, APAKAH KITA MUNDUR LAGI?

Pertanyaan dari Jawaban itu dapat diterbitkan dalam Majalah Edisi 42 Tahun 2025 LPM Vokal.

Majalah ini lahir dari keresahan bahwa narasi perlawanan mulai menghilang, aksi menyuarakan aspirasi dianggap “pemberontakan”
Tema yang diangkat merupakan refleksi kritis atas grafik reformasi yang terjadi 25 tahun setelah peristiwa 1998, di mana narasi perlawanan perlahan menghilang dan tindakan menyuarakan aspirasi kini dianggap sebagai pemberontakan. Tim redaksi secara spesifik menyoroti dinamika aktivisme di Ibu Kota Jawa Tengah, Semarang, di tengah keresahan akan represivitas dan pembungkaman suara.

Apakah aktivisme mahasiswa kini tergerus oleh era digital, fokus pada karir/magang, dan terjebak dalam individualisme?

Pada Laporan Utama, kami menyoroti bagaimana makna ‘Aktivisme Mahasiswa’. Menmbahas mengenai dinamika alativisme mahasiswa di Semarang melalui aktivisme 98. Dalam laporan utama juga menjelaskan bagaimana ritme sejarah aktisvisme mahasiswa dalam gerakan mahasiswa semarang menuju reformasi.

Kemudian pada Laporan Khusus, kami juga ingin mengungkap bagaimana perlawanan bisa dikemas dari sisi seni. Karena seni dapat menjadi senjata untuk bersuara dalam perubahan sosial-politik.

Majalah ini adalah cermin bagi pelajar,

Di barisan di mana Anda berdiri?

Apakah Anda menjadi bagian dari “Kerumunan Primata Hari Ini” yang acuh tak acuh,
ataukah Anda memilih untuk menjadi salah satu suara yang membangkang?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *