Opini

Habis Gelap Terbitlah Terang, dari Surat Kartini Untuk Perempuan Saat Ini
Opini

Habis Gelap Terbitlah Terang, dari Surat Kartini Untuk Perempuan Saat Ini

Raden Ajeng Kartini, salah satu tokoh pahlawan wanita yang lahir 21 April 1879 di Jepara itu juga menjadi salah satu pelopor Emansipasi Wanita, melalui surat-suratnya yang kemudian menjadi buku ”Habis Gelap Terbitlah Terang,” ia melawan adat yang membelenggu perempuan hanya pada “manak, masak, dan macak”. Ia berani menuntut pendidikan dan kebebasan, bahkan menetapkan syarat tegas saat menikah agar diperlakukan setara. “Habis Gelap Terbitlah Terang,” buku tersebut telah menginspirasi banyak wanita Indonesia agar tidak takut untuk maju meraih mimpi serta memperjuangkan hak-hak perempuan, yang menjadi tamparan dan penginggat bahwa rasa ingin tahu itu sangat penting. Saat Kartini bingung tidak memiliki tujuan dia bertanya dan mencari tahu, dia menulis dan melawan lewat pikiran. Hampir 122 t...
Perempuan, Rawan dan Melawan
Opini

Perempuan, Rawan dan Melawan

    Di tengah kondisi dunia yang terasa semakin memburuk, ruang aman bagi kami, kaum perempuan, kini seolah menjadi barang mewah yang sulit tergapai. Ancaman mengerikan berupa memikirkan, memikirkan, dan membunuh menjadi bayang-bayang nyata yang terus menghantui. Sering kali kami menerima perlakuan tidak adil yang melibatkan diri dan mental kami. Ironisnya, ketika kami mencoba melawan atau menolak, perlawanan tersebut justru dianggap sebagai ancaman atau pembangkangan. Menjadi menjadi titik awal peradaban dimulai, bukan berarti kami selalu dibungkus oleh rasa aman. Kami sering mendapatkan intimidasi tanpa memandang bulu. Terlahir dari rahim yang berbeda, namun kami memikul rasa takut yang sama. Antara bebas bergerak atau diam terjerat, kedua pilihan itu sama-sama mem...
Kritik Pemerintah Dibalut dalam Lelucon Keributan SEAblings VS Korsel di X
Opini

Kritik Pemerintah Dibalut dalam Lelucon Keributan SEAblings VS Korsel di X

Baru-baru ini, pada 9 Februari 2026 terjadi tabrakan di aplikasi X atau yang lebih dikenal dengan Twitter. Keributan bermula dari fansite idol Korea yang datang menonton konser di Malaysia dengan membawa kamera profesional yang sebetulnya menyalahi aturan promotor. Salah satu netizen Malaysia mengunggah video protes yang menimbulkan kritikan pedas, dan berakhirnya fansite meminta maaf, akan tetapi segelintir netizen Korea menanggapi postingan tersebut dengan rasis terhadap gilrband Nona yang berasal dari Indonesia. Hal ini mengundang ucapan dari berbagai netizen ASEAN yang saat ini dikenal dengan sebutan SEAblings, beberapa negara ini di antaranya yaitu Indonesia, Malaysia, Filipina, Thailand, Vietnam, dan lain sebagainya. Permasalahan semakin melebar ketika netizen indonesia menanggapi...
Driver Ojol, Reviewer Resto yang Lebih Jujur daripada  Food Vlogger
Opini

Driver Ojol, Reviewer Resto yang Lebih Jujur daripada Food Vlogger

Kalau mau tahu resto mana yang enak, cepat, dan layak buat kamu repot-repot datang, jangan percaya sepenuhnya dengan Google Review dan food vlogger, tapi coba tanykan kepada driver ojol (ojek Online). Kenapa? Karena bintang lima di Google bisa dibeli. Food vlogger bisa ngatur angle biar plating kelihatan mewah. Foto-foto di Instagram gampang diedit. Semua bisa dipoles. Tapi kesan seorang driver ojol Shopee Food? Itu jujur bro. Saya salah satunya. Pagi kuliah, sore kadang rapat organisasi, dan disela-sela waktu luang, saya narik orderan Shopee food. Bukan karena saya kurang sibuk, tapi karena biaya hidup di kota tak bisa dibayar dengan sertifikat lomba atau piagam kemenangan. Dari pekerjaan inilah saya punya peta kuliner Semarang versi belakang layar. Peta yang hanya dimiliki oleh or...
Sudah Saatnya Kita Tidak Melanggengkan Pernikahan Dini di Indonesia
Opini

Sudah Saatnya Kita Tidak Melanggengkan Pernikahan Dini di Indonesia

Pernikahan dini menjadi fenomena yang masih meresahkan belakangan ini, pasalnya angka persentase yang mulanya pada tahun 2023 mencapai 6,92% kemudian pada tahun 2024 meningkat sampai menyentuh angka 8,74%. Meskipun undang-undang di Indonesia telah mengatur dengan sedemikian rupa pada pasal 7 ayat (1) undang-undang nomor 16 tahun 2019 yaitu penetapann usia minimal menikah pada laki-laki usia 19 tahun dan perempuan 16 tahun. Akan tetapi, pada realitanya praktik ini masih marak terjadi dibeberapa daerah seperti NTB, Kalimantan Tengah, Gorontalo, Kalimantan Barat dan beberapa daerah di Jawa Timur. Kemudian berdasarkan data UNICEF 2023 Indonesia juga telah menjadi peringkat keempat dengan perkawinan anak terbanyak di dunia. Hukum Adat dan Pernikahan Dini di Indonesia Di beberapa daera...
Memilih Child Free: Bentuk Kesadaran diri atas Ketidakmampuan
Opini

Memilih Child Free: Bentuk Kesadaran diri atas Ketidakmampuan

Child free sering kali menjadi perbincangan hangat warganet, setiap kali seseorang mengumumkan dirinya atas pilihan Child free. Banyak yang terjadi di media sosial, banyak warganet yang beranggapan Childfree hanyalah rasa egois dalam diri seseorang dan tren belaka. Nyatanya, Badan Pusat Statistik (BPS) Indonesia mencatat kasus Childfree di Indonesia yang ditemukan melalui survei pada tahun 2023 ada sekitar 71 ribu wanita Indonesia dengan kondisi pinggiran kota yaitu berusia 15-49 tahun yang mengaku tidak ingin punya anak. Oleh karena itu, isu ini bukan hanya lelucon warganet, namun pilihan hidup seseorang. Oleh karena itu, mari mengenal lebih dalam apa itu childfree, sehingga kamu bisa menghargai pilihan orang lain, dan mengetahui keputusan apa yang akan kamu pilih di masa depan. Child ...
Hari Pendidikan Nasional Bukan Sekadar Perayaan Tetapi Bahan Muhasabah Bagi Negara
Opini

Hari Pendidikan Nasional Bukan Sekadar Perayaan Tetapi Bahan Muhasabah Bagi Negara

Setiap tanggal 2 Mei, Bangsa Indonesia memperingati Hari Pendidikan Nasional. Peringatan ini ditetapkan untuk menghargai jasa Ki Hajar Dewantara yang merupakan pelopor pendidikan di Indonesia. Mengenai kebijakan pendidikan kolonial yang dulunya hanya mengutamakan pendidikan pada golongan tertentu kemudian kini pendidikan dapat dicicipi oleh berbagai kalangan. Maka ditetapkanlah hari kelahiran beliau yaitu 2 Mei sebagai hari Pendidikan Nasional, dengan mengadakan upacara serentak di berbagai wilayah di Indonesia. Peringatan ini bukan sekedar momentum tahunan tetapi juga pengingat penting akan peran pendidikan dalam bagaimana negeri ini membentuk bangsanya serta menelaah secara kritis terkait kondisi dan arah pendidikan Indonesia sampai saat ini. Pendidikan merupakan pokok penting dalam...
Jangan Sampai Ada “Thukul” yang Lain
Opini

Jangan Sampai Ada “Thukul” yang Lain

Wiji Thukul, seorang aktivis politik yang dikenal pada tahun 1980-an, memegang peranan penting dalam dunia sastra Indonesia. Karya-karyanya menjadi pedoman dalam berbagai aksi sejak era reformasi pasca-Orde Baru, bahkan hingga saat ini terus digunakan sebagai Medium untuk menyuarakan isu hak asasi manusia, keadilan sosial, dan perlawanan terhadap korupsi serta pemerintah. Sosoknya yang aktif dalam berbagai kegiatan sosial menimbulkan ketakutan tersendiri bagi pemerintah pada masa itu. Dari sekian banyak puisi yang diciptakannya, terdapat sebuah kalimat yang sangat memicu gerakan massa hingga kini, yaitu "Maka hanya ada satu kata: lawan!". Kalimat ini terdapat dalam puisi berjudul "Peringatan" yang mengandung makna perlawanan terhadap ketidakadilan pemerintah dan tindakan represif apar...
Pesan untuk PT Laju Perdana Indah (LPI): Saatnya Petani Pundenrejo, Pati Mendapat Hak Pakai Atas Tanahnya Kembali
Opini

Pesan untuk PT Laju Perdana Indah (LPI): Saatnya Petani Pundenrejo, Pati Mendapat Hak Pakai Atas Tanahnya Kembali

Konflik Agraria antara Gerakan Masyarakat Petani Pundenrejo (GERMAPUN) dengan Perusahaan Gula Pakis atau PT Laju Perdana Indah (LPI) kian memanas dan belum menemui titik terang. Pasalnya tanggal 13 Maret 2025 kemarin, baru saja Joglo Juang Petani Pundenrejo diduga dirubuhkan oleh Jeger-Jeger suruhan PT LPI dengan membawa massa sebanyak 6 truk bak terbuka. Joglo tersebut baru dibangun pada 1 Maret 2025 bertepatan dengan hari pertama bulan Ramadhan sebagai aup-aupan atau tempat untuk berteduh, tempat untuk beribadah pula, serta tempat untuk rembug perjuangan GERMAPUN dalam menuntut hak pakai atas tanahnya kembali. Tanah Seluas 7,3 Hektar Itu Milik Nenek Moyang Jika kita menilik ulang sejarah, tanah sengketa tersebut pada tahun 1950 hingga tahun 1960-an awalnya dikelola oleh warga Punde...
Murid Sejahtera, Tenaga Pendidik Sengsara?
Opini

Murid Sejahtera, Tenaga Pendidik Sengsara?

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mulai digencarkan pada (06/01/2025). Peluncuran program unggulan Prabowo – Gibran ini ditujukan kepada anak-anak sekolah mulai dari Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Atas. Program gratis ini bertujuan untuk menyelesaikan masalah Fundamental seperti Stunting pada anak Indonesia. Sampai saat ini program “Makan Siang Gratis” masih belum merata. Seperti di daerah di Blora. Di daerah Blora sendiri baru dilaksanakan uji coba program ini pada (13/01/2025) di beberapa sekolah seperti SMP N 6 Blora dan SMK N 2 Blora. “Dari yang saya tau di Blora ini baru uji coba yang sudah dilaksanakan di SMP N 6 Blora dan SMK N 2 Blora,” ujar Sukron guru SD N 1 Ngawen (10/02/2015). Beberapa guru juga berharap program ini segera dilakukan secara menyeluruh agar para ...