Profil

E-ZINE “Tambakrejo: Antara Konservasi dan Relokasi”
Produk, Profil

E-ZINE “Tambakrejo: Antara Konservasi dan Relokasi”

TAUTAN: E-ZINE Zine "Tambakrejo: Antara Konservasi dan Relokasi," sebuah karya yang merekam perjalanan perjuangan dan harapan masyarakat Tambakrejo dalam menghadapi ancaman abrasi dan relokasi akibat perubahan pesisir. Zine ini terdiri dari total 20 halaman yang kaya akan konten mendalam mulai dari dinamika konservasi mangrove (halaman 3-5), suara dan kisah warga RT 6 yang tetap bertahan di tengah relokasi (halaman 6-9), hingga profil komunitas peduli mangrove yang menjadi motor penggerak pelestarian lingkungan (halaman 10). Di halaman 13 terdapat infografis menarik tentang Mangunharjo, lokasi mangrove terluas di Semarang yang menunjukkan keberhasilan konservasi berbasis masyarakat. Zine ini juga dilengkapi dengan resensi film inspiratif "Rahasia Rasa" (halaman 11-12) serta galeri foto ya...
Kiprah Sri Mulyani: Perempuan Diplomasi dari Indonesia untuk Dunia
Profil

Kiprah Sri Mulyani: Perempuan Diplomasi dari Indonesia untuk Dunia

Sri Mulyani adalah seorang perempuan Indonesia yang ahli dibidang ekonomi, kebijakan moneter, dan ekonomi perbankan. Memiliki gelar dan nama lengkap yaitu Sri Mulyani Indrawati, S.E., M.Sc., Ph.D. Ia lahir di Tanjung karang, Bandar Lampung, Provinsi Lampung, pada 26 Agustus 1962. Terlahir dari keluarga berpendidikan, Ayahnya bernama Prof. Satmoko dan Ibunya bernama Retno Sriningsih yang keduanya adalah Guru Besar di Universitas Negeri Semarang. Sri Mulyani adalah anak ketujuh dari 10 bersaudara. Sri Mulyani menempuh pendidikan menengah pertamanya di SMP Negeri 2 Bandar Lampung, dan melanjutkan ke SMA Negeri 3 Semarang. Kemudian, ia mendapatkan gelar sarjana setelah dirinya menempuh studi S1 di Universitas Indonesia Fakultas Ekonomi pada tahun 1986. Setelah itu, ia mendapatkan gelar ...
Yu Sumi: Sosok Ibu Pejuang dari Pundenrejo
Profil

Yu Sumi: Sosok Ibu Pejuang dari Pundenrejo

Sumiati yang biasanya dipanggil “Yu Sumi” lahir pada tahun 1970-an yang kini usianya sekitar 55 tahun. Seorang ibu rumah tangga, petani, dan aktivis dari Pale, Pundenrejo, Pati. Bermula dari seorang buyutnya bernama Mbah Duyod yang sudah menggarap lahan yang diurus secara turun-temurun lalu diteruskan oleh ayahnya. Akan tetapi dikarenakan ayahnya sudah lanjut usia maka dilanjutkan oleh Yu Sumi sampai terjadinya perampasan lahan pertanian oleh PT LPI yang hingga sekarang belum ada titik terang. Yu Sumi memiliki dua anak Perempuan dan tiga cucu. Ia tinggal dengan dengan anak-anaknya serta cucu-cucunya, dan sangat peduli dengan kesejahteraan mereka. Yu Sumi dikenal sebagai ibu yang kuat dan gigih dalam memperjuangkan hak-hak keluarganya dan masyarakat sekitarnya. Yu Sumi dan Germapun Yu...
Djawahir Muhammad: Penghidup Kesenian Jawa Tengah
Profil

Djawahir Muhammad: Penghidup Kesenian Jawa Tengah

Eling-eling sira manungso ora suwe nggonmu urip Malakikat jurupati plirak-plirik marang sira Sepenggal bait dari puisi berjudul “Semarang Surga yang Hilang” karya Djawahir Muhammad mengingatkan bahwasannya kehidupan di dunia hanya sementara dan penuh dengan pengawasan. Dari sekian  banyaknya budayawan, seniman, dan sejarawan di kota dengan sebutan atlas ini, nama Djawahir Muhammad menjadi salah satu yang menarik untuk dikulik. Sebutannya sebagai “aktivis kesenian”, penulis, politikus, serta pengamat sosial yang kritis. Riwayat hidupnya mungkin berhenti pada tahun 2022, namun karya-karyanya masih dikenang dan lantang bersuara. Pendiri Teater Kuncup dan Teater Aktor Studio Drs. Djawahir Muhammad, M.Pd, lahir di Semarang, pada 14 Januari 1954. Semasa muda ia memanfaatkan waktun...
Tirto Adhi Soerjo: Pembela Rakyat Pribumi melalui Surat Kabar
Profil

Tirto Adhi Soerjo: Pembela Rakyat Pribumi melalui Surat Kabar

Tirto Adhi Soerjo lahir sebagai Raden Mas Djokomono di Cepu, Blora, Jawa Tengah pada tahun 1880. Beliau adalah seorang tokoh pers dan tokoh kebangkitan nasional Indonesia, dikenal juga sebagai perintis persuratkabaran dan kewartawanan nasional Indonesia. Tirto membangun sebuah surat kabar bernama Medan Prijaji dengan modal sendiri. Sarekat Priyayi Alasan Tirto Adhi Soerjo mendirikan Medan Prijaji bukan hanya sebagai media informasi, tetapi sebagai alat perjuangan untuk membela hak rakyat pribumi, melawan ketidakadilan kolonial, dan membangun kesadaran nasionalisme. Surat kabar ini menjadi tidak penting dalam sejarah pers Indonesia dan pergerakan nasional, yang akhirnya berkontribusi pada lahirnya gerakan kemerdekaan Indonesia. Medan Prijaji menjadi surat kabar nasional pertama di ...