Tag: #perempuan

Festival Perempuan Pesisir Soroti Krisis Iklim dan Masa Depan Warga Timbulsloko
Siaran Pers

Festival Perempuan Pesisir Soroti Krisis Iklim dan Masa Depan Warga Timbulsloko

Timbulsloko, Demak, 18 April 2026. Festival Perempuan Pesisir yang bertema Merawat “Ibu” Bumi dan Laut, menjadi wadah pertemuan bagi perempuan pesisir, masyarakat, akademisi, organisasi masyarakat sipil, dan pemangku kebijakan untuk mendiskusikan dampak krisis iklim yang terus mengancam kehidupan penduduk pesisir. Berbagai kalangan narasumber hadir di festival untuk berbagi pengalaman, memberikan pandangan, serta rekomendasi terkait krisis iklim di Timbulsloko. Fesstival ini menyoroti keadaan Desa Timbulsloko yang telah bertahun-tahun terpengaruh oleh banjir rob, abrasi, dan penurunan permukaan tanah, sehingga sebagian besar wilayah desa Timbulsloko terendam. Masyarakat setempat dan narasumber yang datang menyatakan bahwa krisis iklim tidak hanya berpengaruh pada lingkungan, tetapi juga...
Perempuan, Rawan dan Melawan
Opini

Perempuan, Rawan dan Melawan

    Di tengah kondisi dunia yang terasa semakin memburuk, ruang aman bagi kami, kaum perempuan, kini seolah menjadi barang mewah yang sulit tergapai. Ancaman mengerikan berupa memikirkan, memikirkan, dan membunuh menjadi bayang-bayang nyata yang terus menghantui. Sering kali kami menerima perlakuan tidak adil yang melibatkan diri dan mental kami. Ironisnya, ketika kami mencoba melawan atau menolak, perlawanan tersebut justru dianggap sebagai ancaman atau pembangkangan. Menjadi menjadi titik awal peradaban dimulai, bukan berarti kami selalu dibungkus oleh rasa aman. Kami sering mendapatkan intimidasi tanpa memandang bulu. Terlahir dari rahim yang berbeda, namun kami memikul rasa takut yang sama. Antara bebas bergerak atau diam terjerat, kedua pilihan itu sama-sama mem...
Pawai Damai 16 HAKTP: Menggalang Keberanian Menautkan Kekuatan Perempuan
Berita, Straight News

Pawai Damai 16 HAKTP: Menggalang Keberanian Menautkan Kekuatan Perempuan

Car Free Day kali ini diwarnai dengan massa yang memegang poster sambil berjalan menyusuri jalan pahlawan. Organisasi Masyarakat Sipil dan Mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Perempuan Jawa Tengah melaksanakan aksi damai berupa pawai dalam rangka memperingati 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan (16 HAKTP). Hal ini dilakukan untuk mengingat segala bentuk diskriminasi dan ketidakadilan yang dialami oleh perempuan sampai dengan hari ini (7/12/2025).   16 HAKTP merupakan campaign global tahunan yang diperingati 25 November (Hari Internasional Penghapusan Kekerasan terhadap Perempuan) - 10 Desember (Hari Hak Asasi Manusia) untuk mendorong upaya penghapusan segala bentuk kekerasan berbasis gender terhadap perempuan. Pawai dilakukan dengan melibatkan banyak jaringan di wil...
Kiprah Sri Mulyani: Perempuan Diplomasi dari Indonesia untuk Dunia
Profil

Kiprah Sri Mulyani: Perempuan Diplomasi dari Indonesia untuk Dunia

Sri Mulyani adalah seorang perempuan Indonesia yang ahli dibidang ekonomi, kebijakan moneter, dan ekonomi perbankan. Memiliki gelar dan nama lengkap yaitu Sri Mulyani Indrawati, S.E., M.Sc., Ph.D. Ia lahir di Tanjung karang, Bandar Lampung, Provinsi Lampung, pada 26 Agustus 1962. Terlahir dari keluarga berpendidikan, Ayahnya bernama Prof. Satmoko dan Ibunya bernama Retno Sriningsih yang keduanya adalah Guru Besar di Universitas Negeri Semarang. Sri Mulyani adalah anak ketujuh dari 10 bersaudara. Sri Mulyani menempuh pendidikan menengah pertamanya di SMP Negeri 2 Bandar Lampung, dan melanjutkan ke SMA Negeri 3 Semarang. Kemudian, ia mendapatkan gelar sarjana setelah dirinya menempuh studi S1 di Universitas Indonesia Fakultas Ekonomi pada tahun 1986. Setelah itu, ia mendapatkan gelar ...
‘Diskusi Kotor’ Perdana: Membedah Konsep Feminisme Dalam 4 Mosi
Berita

‘Diskusi Kotor’ Perdana: Membedah Konsep Feminisme Dalam 4 Mosi

  Sebuah kolaboratif antara Disko (Diskusi Kotor) Pantura, LPM Vokal UPGRIS, dan Bookclub Semarang menghadirkan diskusi publik bertajuk "Feminisme; Ancaman atau Harapan?" yang berlangsung pada (14/12/2024) di Ruang GB 504 Universitas PGRI Semarang (UPGRIS). Acara ini dirancang sebagai ruang bagi perempuan dan laki-laki untuk secara kritis mengeksplor berbagai aspek feminisme, mulai dari sejarahnya hingga relevansinya dalam konteks sosial saat ini. Melalui diskusi kotor yang terbuka dan inklusif, diharapkan dapat tercipta pemahaman yang lebih mendalam mengenai isu-isu gender dan peran feminisme dalam mewujudkan kesetaraan. Diskusi ini bertujuan untuk mengklarifikasi kesalahpahaman umum mengenai debat. Debat bukanlah perdebatan yang berujung pada pertengkaran, melainkan proses...