Ruang Raung: Seni sebagai Bahasa Perlawanan
Sabtu malam, 24 Mei 2026, halaman Grile Temcy (Bagel's Club) Semarang dipenuhi oleh ratusan orang dari berbagai latar belakang. Mulai dari aktivis, mahasiswa, seniman, musisi, hingga komunitas masyarakat peduli lingkungan. Mereka semua hadir dengan tujuan yang sama yaitu untuk merebut kembali ruang dan waktu yang selama ini dirasa semakin sempit. Acara yang digagas oleh Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Semarang ini diberi nama ”Ruang Raung”, sebuah tagline yang sekaligus menjadi semangat untuk bersuara, sekaligus membuktikan bahwa berteriak tidak selalu harus dengan demo di jalanan.
Tema besar yang diusung malam itu adalah ”Re-Klaim Ruang Waktu Sipil”. Tata, salah satu representan dari Baratuan yang turut hadir sebagai penanggap dalam diskusi. Ia menjelaskan bahwa tema ini lahir dari kegelis...








