Produk

Majalah Edisi XLII (42) Tahun 2025 yang bertajuk ‘Gejolak Aktivisme Mahasiswa Semarang’
Produk

Majalah Edisi XLII (42) Tahun 2025 yang bertajuk ‘Gejolak Aktivisme Mahasiswa Semarang’

TAUTAN E- Majalah Edisi 42 25 TAHUN PASCA-REFORMASI, APAKAH KITA MUNDUR LAGI? Pertanyaan dari Jawaban itu dapat diterbitkan dalam Majalah Edisi 42 Tahun 2025 LPM Vokal. Majalah ini lahir dari keresahan bahwa narasi perlawanan mulai menghilang, aksi menyuarakan aspirasi dianggap "pemberontakan" Tema yang diangkat merupakan refleksi kritis atas grafik reformasi yang terjadi 25 tahun setelah peristiwa 1998, di mana narasi perlawanan perlahan menghilang dan tindakan menyuarakan aspirasi kini dianggap sebagai pemberontakan. Tim redaksi secara spesifik menyoroti dinamika aktivisme di Ibu Kota Jawa Tengah, Semarang, di tengah keresahan akan represivitas dan pembungkaman suara. Apakah aktivisme mahasiswa kini tergerus oleh era digital, fokus pada karir/magang, dan terjebak dalam indi...
Majalah Edisi 41 Tahun 2024.
Produk

Majalah Edisi 41 Tahun 2024.

TAUTAN E- Majalah Edisi 41    Tidak ada kata terlambat! Kami menunjukkan karya Majalah Edisi 41 Tahun 2024. Mengusung isu kampus yang perlu diketahui mahasiswa, menjadi alasan lahirnya majalah ini. Majalah Edisi ini, menjadi Saksi mahaiswa masih kritis. "Dulu nama kampus bisa besar karena mahasiswanya. Sekarang mahasiswa hanya menumpang nama di kampus besar." Memang demikian? Apakah kampus kini hanya menjadi tempat meraih gelar? LPM Vokal Edisi 41 hadir untuk mengawal isu-isu penting di UPGRIS. Kami menyoroti ironi yang terjadi di depan mata kami.
BULETIN POTRET 22 “Literasi Menuju Indonesia Emas?”
Produk

BULETIN POTRET 22 “Literasi Menuju Indonesia Emas?”

  TAUTAN E- BULETIN POTRET 22   Ketika Nalar Kembali Bersuara: Buletin Potret Edisi ke-22 Telah Lahir Di tengah kepungan informasi dangkal, literasi adalah satu-satunya kompas untuk berpikir jernih. Ia bukan sekedar kemampuan membaca, melainkan keberanian untuk memahami kenyataan. Edisi ini adalah manifestasi perlawanan kami. Kami tidak hanya membahas tingkat rendahnya literasi di Indonesia, kami menantangnya. Buletin Potret hadir sebagai percikan api untuk menyalakan kembali daya kritis yang mulai padam. Kami berharap produk pertama tahun ini, bisa menjadi obat rindu bagi pembaca setia Vokal yang menunggu Buletin Potret karena sempat tiarap beberapa tahun. Bangkitnya Buletin ini juga menjadi semangat baru bagi penulis untuk selalu menggores pena melawan pendidik...
E-Zine “Seni dan Pembatasan”
Produk

E-Zine “Seni dan Pembatasan”

TAUTAN: E-ZINE E-Zine "Seni dan Pembatasan" adalah publikasi mahasiswa magang LPM Vokal UPGRIS yang mengkritik kebijakan yang membatasi hak mahasiswa, terutama terkait penghapusan pelatih UKM. Publikasi ini menampilkan: "INDEPTH: MEMPERJUANGKAN HAK YANG DIRAMPAS" (halaman 1) yang mengulas dampak kebijakan tersebut. "FEATURE: SENI YANG BERTAHAN DI TENGAH DINAMIKA" (halaman 5) yang menceritakan perjuangan UKM Sangkatama. Opini sosial di halaman 9 (pendidikan penyandang disabilitas) dan halaman 11 (media sosial dan seni). Karya sastra seperti puisi "RUANG YANG TAK RAMPUNG" (halaman 14) dan cerpen "AKHIR MIMPI DI UJUNG PANTAI MUARA" (halaman 15) yang menyuarakan perasaan putus asa dan harapan. ​Secara keseluruhan, E-Zine ini menjadi bukti bahwa mahasiswa terus bersuara dan berkarya untu...
E-ZINE “Tambakrejo: Antara Konservasi dan Relokasi”
Produk, Profil

E-ZINE “Tambakrejo: Antara Konservasi dan Relokasi”

TAUTAN: E-ZINE Zine "Tambakrejo: Antara Konservasi dan Relokasi," sebuah karya yang merekam perjalanan perjuangan dan harapan masyarakat Tambakrejo dalam menghadapi ancaman abrasi dan relokasi akibat perubahan pesisir. Zine ini terdiri dari total 20 halaman yang kaya akan konten mendalam mulai dari dinamika konservasi mangrove (halaman 3-5), suara dan kisah warga RT 6 yang tetap bertahan di tengah relokasi (halaman 6-9), hingga profil komunitas peduli mangrove yang menjadi motor penggerak pelestarian lingkungan (halaman 10). Di halaman 13 terdapat infografis menarik tentang Mangunharjo, lokasi mangrove terluas di Semarang yang menunjukkan keberhasilan konservasi berbasis masyarakat. Zine ini juga dilengkapi dengan resensi film inspiratif "Rahasia Rasa" (halaman 11-12) serta galeri foto ya...