Straight News

Pawai Damai 16 HAKTP: Menggalang Keberanian Menautkan Kekuatan Perempuan
Berita, Straight News

Pawai Damai 16 HAKTP: Menggalang Keberanian Menautkan Kekuatan Perempuan

Car Free Day kali ini diwarnai dengan massa yang memegang poster sambil berjalan menyusuri jalan pahlawan. Organisasi Masyarakat Sipil dan Mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Perempuan Jawa Tengah melaksanakan aksi damai berupa pawai dalam rangka memperingati 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan (16 HAKTP). Hal ini dilakukan untuk mengingat segala bentuk diskriminasi dan ketidakadilan yang dialami oleh perempuan sampai dengan hari ini (7/12/2025).   16 HAKTP merupakan campaign global tahunan yang diperingati 25 November (Hari Internasional Penghapusan Kekerasan terhadap Perempuan) - 10 Desember (Hari Hak Asasi Manusia) untuk mendorong upaya penghapusan segala bentuk kekerasan berbasis gender terhadap perempuan. Pawai dilakukan dengan melibatkan banyak jaringan di wil...
Majalah Hayamwuruk Kembali Terbit, Angkat Isu Budaya dan Folklor
Straight News

Majalah Hayamwuruk Kembali Terbit, Angkat Isu Budaya dan Folklor

Sabtu, 29 November 2025 Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Hayamwuruk menggelar serangkaian acara bedah majalah edisi XXVI berjudul "SWARANING RAKYAT: GEMA FOLKLOR DARI JANTUNG TANAH JAWA". Tema majalah yang mereka angkat adalah budaya dan folklor, hasil keputusan bersama redaksi yang memilih menjauhi isu politik yang sebelumnya kerap mendominasi edisi-edisi terdahulu. Ken Widayati, salah satu pembicara pada acara ini menyatakan bahwa budaya itu tidak hanya sesuatu yang perlu kita jaga, tapi juga perlu kita pahami. "Budaya tidak hanya sebagai sesuatu yang perlu kita jaga, tapi juga perlu kita pahami," jelasnya. Menurutnya, jika budaya itu pelestarian tanpa pemaknaan hanya akan membuat budaya kehilangan alasan untuk dipertahankan. Tetapi ketika kita paham tentang budaya itu, maka kita akan b...
Aksi Tuntut Land Reform: Tanah untuk Rakyat
Straight News

Aksi Tuntut Land Reform: Tanah untuk Rakyat

Senin (17/11/2025), Aliansi masyarakat yang tergabung dalam Persatuan Gerakan Rakyat Tani (PAGER TANI) Jawa Tengah dan berbagai elemen masyarakat termasuk mahasiswa melakukan aksi damai untuk menyuarakan perlindungan terhadap hak-hak petani. Jaringan petani yang tergabung dari Paguyuban Petani Kaula Alit Dayunan, Organisasi Tani Kembang Tani Batang, dan Aliansi Toplek Pendem Tolak Tambang Jepara memulai aksi dengan Long March dari dari Taman Budaya Raden Saleh (TBRS) menuju Polda Jawa Tengah sampai ke Gubernuran. Aksi dimulai dengan menggelar tahlil dan doa bersama dilanjut “Brokohan” dan makan bersama. Lalu penyampaian tuntutan di kedua titik lokasi (depan Polda dan kantor Gubernur Jawa Tengah) bertujuan untuk mendapatkan respon atas tuduhan yang dilontarkan kepada petani-petani yang m...
Batalnya Evaluasi Publik ke – 2 karena Ketidakhadiran 3 Lembaga Tinggi
Berita, Straight News

Batalnya Evaluasi Publik ke – 2 karena Ketidakhadiran 3 Lembaga Tinggi

Selasa, 28 Oktober 2025 bertempat di Gedung B UPGRIS merencanakan kegiatan ruang Evaluasi Publik yang kedua kalinya, guna menanggapi isu yang belum terjawab. Kegiatan ini direncanakan akan mulai pukul 17.00 WIB. Namun hingga pukul 20.30 WIB kursi yang disiapkan tampak kosong karena pihak tiga lembaga (Bem Universitas, DPM, dan LKM) tidak kunjung datang. Melalui pamflet dari yang disebarkan, evaluasi ini diinisiasi oleh mahasiswa yang terjaring dalam Jaringan Mahasiswa Kontra Tindas (JMKT). Evaluasi Publik kali ini bertemakan “Rasan-Rasan Bareng 7 Evaluasi Fakultas Publik” yang memalukan tidak berjalan sesuai apa yang diharapkan. Sebelumnya, pamflate untuk acara ini telah diumumkan melalui masing-masing gubernur Fakultas UPGRIS. Namun, kurangnya partisipasi siswa dalam acara ini juga...
Banjir Menghambat Aktivitas Mahasiswa dan Warga Semarang Timur
Berita, Straight News

Banjir Menghambat Aktivitas Mahasiswa dan Warga Semarang Timur

  Selasa, 28 Oktober 2025 terjadi banjir di beberapa titik Semarang Timur. Genangan banjir sempat mengganggu aktivitas warga dan pelajar. Hujan deras yang tak henti-hentinya dari jam 3 dini hari menyebabkan banjir dari kumpulan yang tak terbendung dan udara memasuki tempat tinggal yang berada di daerah tersebut. Titik banjir yakni berada di daerah Gajah Raya, Tambakboyo, Jolontundo, dan Medoho. Kesibukan tiba-tiba muncul di sepanjang persimpangan jalan maupun di media sosial. Banyak keluhan dan konten lucu yang meramaikan media sosial mahasiswa UPGRIS dan USM. Dari siswa yang terjebak di kos karena air naik, dibukanya wahana udara dadakan, hingga motor melaju karena banjir. Konten-konten itu adalah bentuk penyuaran mereka yang di kemas menjadi hiburan. Beberapa Mahasiswa UPGRIS men...
Menyulam Peradaban dan Menjaga Kebinekaan melalui Narawita Fest 2025
Berita, Straight News

Menyulam Peradaban dan Menjaga Kebinekaan melalui Narawita Fest 2025

Kamis, 09 Oktober 2025 telah dilaksanakan penyelenggaraan acara pembukaan Narawita Fest yang ke-3. Kegiatan tahunan ini merupakan acara yang diinisiasi oleh Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni (FPBS) Universitas Persatuan Guru Republik Indonesia Semarang (UPGRIS). Nama Narawita sendiri memiliki makna 'Kawah Candradimuka' yakni tempat kita bersama-sama menempa ilmu mengokohkan bahasa persatuan, yaitu Bahasa Indonesia. Acara pembukaan berlangsung di Aula Lantai 7 Gedung Pusat UPGRIS dan dihadiri oleh jajaran pimpinan fakultas, dosen, serta mahasiswa dari berbagai program studi di lingkungan FPBS. Mengusung tema “Bahasa dan Sastra: Cermin Peradaban, Penjaga Kebhinekaan”, acara ini digelar untuk memperingati bulan bahasa sekaligus untuk menumbuhkan kesadaran pada generasi muda terhada...
Bedah Bulletin, Bedah Literasi
Berita, Straight News

Bedah Bulletin, Bedah Literasi

Jumat (10/10/25), bertepatan di Selasar Lantai 3 Kampus 4 UPGRIS, berlangsung bedah bulletin sekaligus launching bulletin Vokal edisi 22 usai 6 tahun mangkir produksi bulletin. Pada tahun ini bulletin vokal mengusung tema literasi, tema ini dipilih lantaran ungkapan keresahan akan tingkat literasi di UPGRIS yang kurang optimal. Menurut Novita salah seorang peserta diskusi menceritakan kondisi literasi di UPGRIS yang cukup memperihatinkan. "Cukup memperihatinkan ya, apalagi saya sebagai pegiat sastra juga di kampus ini sekaligus juga penulis, saya juga sering mengunjungi perpustakaan yang memang sepi sekali, kurang sekali minat baca di kampus kita sendiri," pungkasnya. Hal cacat lain dibuktikan dengan beberapa gunjingan yang didapati Novita ketika berupaya meningkatkan literasi...
Petani Pati Bangkit: Tuntut Kembalikan Lahan, Lawan Kebijakan Penguasa yang Tak Adil!
Straight News

Petani Pati Bangkit: Tuntut Kembalikan Lahan, Lawan Kebijakan Penguasa yang Tak Adil!

Bersamaan dengan hari Tani Nasional pada 24 Agustus 2025, masyarakat pati yang tergabung dalam Jaringan Masyarakat Peduli Pegunungan Kendeng (JMPPK), Kelompok Tani Hutan (KTH Pulingan) Tlogowungu, dan Gerakan Masyarakat Pundenrejo (Germapun) menyampaikan aspirasi nya melalui aksi damai di depan Gedung DPRD Pati. Pati selalu memberi arti perlawanan. Tema kali ini adalah "Nguripi Pati Bumi Mina Tani". Konsep aksi hari ini memasukan unsur budaya dan ketegasan terhadap penguasa. Seperti kemunculan tokoh Punakawan yang memberi simbol kemarahan dari leluhur, juga tembang Jawa Dandanggulo yang dilantunkan, stand up comedy, serta penampilan teatrikal dari petani Kendeng. Aksi ini dimulai dari pukul 09.00 WIB. Solidaritas petani tampak hadir dan meramaikan aksi. Sambari menunggu perwakilan ma...
Jawa Tengah Lumbung Kriminalisasi Bagi Petani!
Berita, Straight News, Wawancara

Jawa Tengah Lumbung Kriminalisasi Bagi Petani!

Kamis (25/09/2025), bertempat di Lanmark Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang, berlangsung konferensi Tani Jawa Tengah. Dengan rentetan nobar film “Seribu Bayang Purnama”, Diskusi Publik, Brokahan (doa bersama) dan Panggung Rakyat menjadi serangkaian acara yang dikemas dalam rangka merayakan Hari Tani Nasional yang jatuh tepat pada tanggal 24 September lalu. Salah seorang buruh tani Pundenrejo, Sumiyati menyebutkan baginya petani adalah poros utama kesejahteraan rakyat, “Petani itu mengejahterakan rakyat, biar rakyat sejahtera. Kalau nggak ada petani, pasti para pejabat-pejabat nggak bisa makan, soalnya tidak ada yang menanam padi,” pungkasnya. Namun alih-alih mendapatkan kesejahteraan, menurut Sumiati, petani masih terkekang dalam penjajahan, “Sekarang ini belum sej...
Api Keadilan Harus Tetap Menyala
Berita, Straight News

Api Keadilan Harus Tetap Menyala

  Selasa (16/09/2025) puncak peringatan September Hitam digelar di Kampus 1 Universitas PGRI Semarang (UPGRIS). Acara ini menjadi ruang refleksi untuk mengenang korban represi aparat sekaligus mengingat merawat publik atas pelanggaran HAM dan demokrasi di Indonesia. Malam ini, adalah hari ke 2 merawat ingatan dan memberantas pelanggaran HAM pada acara yang bertajuk 'September Hitam'. Rangkaian kegiatan dimulai pada pukul 17.00 WIB dengan pameran karya di depan Aula Gedung B, disusul pembacaan puisi dari perwakilan UKM kias. Puisi-puisi tersebut menjadi pengantar pada sesi diskusi bersama jejaring komunitas Bersemai Sekebun. Dalam sesi diskusi, pemantik dari Bersemai Sekebun menekankan pentingnya ruang alternatif bagi generasi muda untuk bersuara. Solidaritas, menurutnya, tida...