Bedah Bulletin, Bedah Literasi

Jumat (10/10/25), bertepatan di Selasar Lantai 3 Kampus 4 UPGRIS, berlangsung bedah bulletin sekaligus launching bulletin Vokal edisi 22 usai 6 tahun mangkir produksi bulletin. Pada tahun ini bulletin vokal mengusung tema literasi, tema ini dipilih lantaran ungkapan keresahan akan tingkat literasi di UPGRIS yang kurang optimal.

Menurut Novita salah seorang peserta diskusi menceritakan kondisi literasi di UPGRIS yang cukup memperihatinkan.

“Cukup memperihatinkan ya, apalagi saya sebagai pegiat sastra juga di kampus ini sekaligus juga penulis, saya juga sering mengunjungi perpustakaan yang memang sepi sekali, kurang sekali minat baca di kampus kita sendiri,” pungkasnya.

Hal cacat lain dibuktikan dengan beberapa gunjingan yang didapati Novita ketika berupaya meningkatkan literasinya,

“Bahkan gunjingan sebagai pembaca di kampus kita pun juga masih ada saya juga merasakan hal-hal yang seperti itu karena kan saya sering membawa buku di mana-mana ya dan memang terlihat di mata mereka itu kayak orang culun,” tambahnya.

Dalam diskusinya terdapat pertanyaan menarik mengenai “Seberapa salahkan pencuri buku?” yang dilontarkan peserta diskusi.

Mencuri buku apakah hal yang berdosa, pasalnya hal yang dicuri itu bermanfaat untuk si pembaca daripada tergeletak dalam rak berdebu. Menurut Maulana salah seorang masyarakat sipil yang mengikuti diskusi menjelaskan bahwa mencuri buku tidak menjadi sebuah permasalahan asalkan jangan tertib. Syihabudin sepakat akan hal tersebut, dua pertimbangan dalam mencuri buku adalah berguna dan banyak eksemplar.

Momen berkesan menurut Farel selaku salah lain peserta ialah ruang diskusi ini menjadi sebuah pantikan untuk menciptakan ruang-ruang diskusi lain guna meningkatkan literasi. Pesan Farel untuk ruang-ruang diskusi ini ialah tetap semangat dan selalu memastikan ruang-ruang diskusi tetap hidup serta terus mereboisasi.

 

 

 

Penulis: Andika Setya
Editor: Sabrina

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *