Perempuan, Rawan dan Melawan
Di tengah kondisi dunia yang terasa semakin memburuk, ruang aman bagi kami, kaum perempuan, kini seolah menjadi barang mewah yang sulit tergapai. Ancaman mengerikan berupa memikirkan, memikirkan, dan membunuh menjadi bayang-bayang nyata yang terus menghantui. Sering kali kami menerima perlakuan tidak adil yang melibatkan diri dan mental kami. Ironisnya, ketika kami mencoba melawan atau menolak, perlawanan tersebut justru dianggap sebagai ancaman atau pembangkangan.
Menjadi menjadi titik awal peradaban dimulai, bukan berarti kami selalu dibungkus oleh rasa aman. Kami sering mendapatkan intimidasi tanpa memandang bulu. Terlahir dari rahim yang berbeda, namun kami memikul rasa takut yang sama. Antara bebas bergerak atau diam terjerat, kedua pilihan itu sama-sama mem...


