

Selasa (25/01/2025), Teater Gema UPGRIS menggelar acara puncak pentas awal tahun untuk memperingati hari lahir atau Harlah Teater Gema yang ke-35 dengan tema “Harmoni dalam Berinovasi” yang berlatar di Gedung Pusat lantai 7 UPGRIS.
Persembahan menakjubkan dari Teater Gema berhasil mencuri perhatian penoton. Seperti salah satu penikmat seni, Tonil dari Teater Atmosfer Kendal mengaku dalam pementasan Teater Gema berhasil menyajikan seni dengan mengangkat isu-isu nyata dan urgent di lingkungan masyarakat.
“Sungguh menarik ya pementasan di lantai 7 ini, sungguh luar biasa sekali dari mulai konsep alur cerita dari awal sampai penutupan sungguh di luar dugaanlah dan saya menyorot isi pementasannya. Untuk pementasan “Lara iku Larang” itu mengangkat cerita yang sangat real, di daerah saya itu banyaklah, banyak orang-orang yang sakit tetapi orang itu tidak mau ke rumah sakit karena biayanya itu mahal dan bagi saya pementasan ini cocok untuk dipentaskan kepada orang-orang atasan-atasan karena ini mengangkat isu-isu sosial,” ungkapnya.
Ketua Umum Teater Gema, Wildan menjelaskan bahwa makna tema “Harmoni dalam Berinovasi” yang dibawakan malam ini adalah sebagai simbol bahwa meskipun kita berbeda dalam berpikir kita memilki tujuan yang sama.
“Memiliki tujuan agar kita tetap bisa harmoni atau selaras untuk berinovasi kedepannya. Jadi harapannya adalah di sini kan banyak orang dan banyak pemikiran diantara yang lain lain itu nanti disamping munculnya ide-ide yang berbeda tetapi tetap selaras atau satu jalan” jelasnya.
Acara diawali dengan sajian oleh Kartika selaku keluarga Teater Gema dan Hakim dari Kenikir yang mementaskan cerpen dramatis bertajuk “Senja untuk Pacar Orang”. Dilanjutkan dengan penampilan Stand Up oleh Ilham salah satu keluarga Tetaer Gema. Ketiga penampilan pentas lakon yang bertajuk “Lara iku Larang” karya Ghining Purba, oleh anggota Teater Gema periode 2024. Acara ditutup dengan pementasan Band Saturnus.
Persiapan Harlah Teater Gema
membawakan konsep yang bahagia tetapi ada pesan yang tersirat di dalamnya.
“Karena berhubung ini adalah acara harlah jadi untuk pentas kali ini, kita menampilkan suatu hal yang happy-happy yang menyenangkan lah. tapi, tetap kita masih membawakan maknalah. yang jelas dikonsep sehappy mungkin lah, karena ini acara harlah jadi harlah ya harus heppy lah. Tambah umur kok malah sedih” ungkap Wildan selaku Ketua Umum Teater Gema.
Dengan terselenggaranya peringatan hari lahir ini, Wildan berharap Teater Gema kedepannya bisa lebih baik dari tahun sebelumnya.
“Bisa lebih lah dari tahun-tahun kemarin lebih bagus pastinya”.
Penulis : Andika Wisnu Pratama. Reporter : Andika Setya Wardana. Editor : Sabrina Gita Salsabella