Memilih Child Free: Bentuk Kesadaran diri atas Ketidakmampuan

Child free sering kali menjadi perbincangan hangat warganet, setiap kali seseorang mengumumkan dirinya atas pilihan Child free. Banyak yang terjadi di media sosial, banyak warganet yang beranggapan Childfree hanyalah rasa egois dalam diri seseorang dan tren belaka. Nyatanya, Badan Pusat Statistik (BPS) Indonesia mencatat kasus Childfree di Indonesia yang ditemukan melalui survei pada tahun 2023 ada sekitar 71 ribu wanita Indonesia dengan kondisi pinggiran kota yaitu berusia 15-49 tahun yang mengaku tidak ingin punya anak. Oleh karena itu, isu ini bukan hanya lelucon warganet, namun pilihan hidup seseorang. Oleh karena itu, mari mengenal lebih dalam apa itu childfree, sehingga kamu bisa menghargai pilihan orang lain, dan mengetahui keputusan apa yang akan kamu pilih di masa depan.

Child free (Bebas anak) adalah sebuah kondisi seseorang yang dengan sadar memilih untuk membuat keputusan atau pilihan hidup untuk tidak memiliki anak, baik itu anak kandung, anak tiri, ataupun anak angkat. Alasannya pasti beragam, mulai dari kondisi finansial, kondisi kesehatan, kondisi kesehatan mental, kondisi lingkungan, dan masih banyak lagi.

1. Kondisi Finansial

Kesadaran diri bahwa memiliki anak, yang berarti harus memberikan hak kehidupan yang layak, seperti, hak pendidikan yang bagus, sedangkan kondisi finansial yang belum stabil di era kebutuhan hidup yang serba mahal, membuat terciptanya rasa tidak ingin memilki anak karena takut tidak dapat memenuhi kebutuhan hidup si anak.

2. Kondisi Kesehatan

Di dasari karena masalah kesehatan, ketakutan seseorang untuk mewariskan penyakit yang dideritanya juga menjadi salah satu insentif, seperti penyakit Jantung, Diabetes tipe 1, Hemofilia, Thalasemia, Gangguan mental (OCD, sindrom down, skizofrenia).

3. Kondisi Mental

Trauma masa kecil karena pola asuh orang tua yang tidak baik dan hidup dalam keluarga yang beracun, membuat seseorang merasa tidak memiliki kesiapan dan ketakutan akan melakukan hal yang sama, seperti ketika orang tuanya melakukannya di masa lalu.

4. Bumi yang Mengalami Kelebihan Populasi

Seseorang merasa bahwa bumi sudah terlalu banyak memiliki populasi, sehingga merasa kurang perlu menambah populasi lagi, yang mana kondisi bumi semakin tidak sehat dari segi lingkungan. Indonesia sendiri termasuk dalam tingkat ke-5 negara dengan kelahiran bayi terbanyak per jamnya di dunia, jumlah bayi yang lahir sebanyak 512 bayi per jamnya menurut UN World Population Prospects Report.

Banyak dari masyarakat yang beranggapan memilih Childfree adalah keputusan egois suatu individu, namun kenyataannya seseorang yang memilih Childfree adalah seseorang yang paling peduli terhadap hak-hak yang harus dimiliki anak. Anak itu memiliki 8 hak utama yaitu yang pertama hak hidup, ke dua hak tumbuh kembang, kemudian hak perlindungan, lalu hak atas identitas, hak kesehatan, hak atas pendidikan, dan yang terkahir hak untuk bermain. Seseorang yang memilih Childfree sadar atas ketidak mampuan dirinya untuk memenuhi semua atau sebagian dari hak anak, sehingga mengambil keputusan untuk Childfree

Penulis: Ni’amatus Shopiyah, Halwa Nadia M.

Editor: Sabrina Gita

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *