Month: November 2025

Majalah Edisi XLII (42) Tahun 2025 yang bertajuk ‘Gejolak Aktivisme Mahasiswa Semarang’
Produk

Majalah Edisi XLII (42) Tahun 2025 yang bertajuk ‘Gejolak Aktivisme Mahasiswa Semarang’

TAUTAN E- Majalah Edisi 42 25 TAHUN PASCA-REFORMASI, APAKAH KITA MUNDUR LAGI? Pertanyaan dari Jawaban itu dapat diterbitkan dalam Majalah Edisi 42 Tahun 2025 LPM Vokal. Majalah ini lahir dari keresahan bahwa narasi perlawanan mulai menghilang, aksi menyuarakan aspirasi dianggap "pemberontakan" Tema yang diangkat merupakan refleksi kritis atas grafik reformasi yang terjadi 25 tahun setelah peristiwa 1998, di mana narasi perlawanan perlahan menghilang dan tindakan menyuarakan aspirasi kini dianggap sebagai pemberontakan. Tim redaksi secara spesifik menyoroti dinamika aktivisme di Ibu Kota Jawa Tengah, Semarang, di tengah keresahan akan represivitas dan pembungkaman suara. Apakah aktivisme mahasiswa kini tergerus oleh era digital, fokus pada karir/magang, dan terjebak dalam indi...
Majalah Hayamwuruk Kembali Terbit, Angkat Isu Budaya dan Folklor
Straight News

Majalah Hayamwuruk Kembali Terbit, Angkat Isu Budaya dan Folklor

Sabtu, 29 November 2025 Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Hayamwuruk menggelar serangkaian acara bedah majalah edisi XXVI berjudul "SWARANING RAKYAT: GEMA FOLKLOR DARI JANTUNG TANAH JAWA". Tema majalah yang mereka angkat adalah budaya dan folklor, hasil keputusan bersama redaksi yang memilih menjauhi isu politik yang sebelumnya kerap mendominasi edisi-edisi terdahulu. Ken Widayati, salah satu pembicara pada acara ini menyatakan bahwa budaya itu tidak hanya sesuatu yang perlu kita jaga, tapi juga perlu kita pahami. "Budaya tidak hanya sebagai sesuatu yang perlu kita jaga, tapi juga perlu kita pahami," jelasnya. Menurutnya, jika budaya itu pelestarian tanpa pemaknaan hanya akan membuat budaya kehilangan alasan untuk dipertahankan. Tetapi ketika kita paham tentang budaya itu, maka kita akan b...
Majalah Edisi 41 Tahun 2024.
Produk

Majalah Edisi 41 Tahun 2024.

TAUTAN E- Majalah Edisi 41    Tidak ada kata terlambat! Kami menunjukkan karya Majalah Edisi 41 Tahun 2024. Mengusung isu kampus yang perlu diketahui mahasiswa, menjadi alasan lahirnya majalah ini. Majalah Edisi ini, menjadi Saksi mahaiswa masih kritis. "Dulu nama kampus bisa besar karena mahasiswanya. Sekarang mahasiswa hanya menumpang nama di kampus besar." Memang demikian? Apakah kampus kini hanya menjadi tempat meraih gelar? LPM Vokal Edisi 41 hadir untuk mengawal isu-isu penting di UPGRIS. Kami menyoroti ironi yang terjadi di depan mata kami.
Aksi Tuntut Land Reform: Tanah untuk Rakyat
Straight News

Aksi Tuntut Land Reform: Tanah untuk Rakyat

Senin (17/11/2025), Aliansi masyarakat yang tergabung dalam Persatuan Gerakan Rakyat Tani (PAGER TANI) Jawa Tengah dan berbagai elemen masyarakat termasuk mahasiswa melakukan aksi damai untuk menyuarakan perlindungan terhadap hak-hak petani. Jaringan petani yang tergabung dari Paguyuban Petani Kaula Alit Dayunan, Organisasi Tani Kembang Tani Batang, dan Aliansi Toplek Pendem Tolak Tambang Jepara memulai aksi dengan Long March dari dari Taman Budaya Raden Saleh (TBRS) menuju Polda Jawa Tengah sampai ke Gubernuran. Aksi dimulai dengan menggelar tahlil dan doa bersama dilanjut “Brokohan” dan makan bersama. Lalu penyampaian tuntutan di kedua titik lokasi (depan Polda dan kantor Gubernur Jawa Tengah) bertujuan untuk mendapatkan respon atas tuduhan yang dilontarkan kepada petani-petani yang m...
Batalnya Evaluasi Publik ke – 2 karena Ketidakhadiran 3 Lembaga Tinggi
Berita, Straight News

Batalnya Evaluasi Publik ke – 2 karena Ketidakhadiran 3 Lembaga Tinggi

Selasa, 28 Oktober 2025 bertempat di Gedung B UPGRIS merencanakan kegiatan ruang Evaluasi Publik yang kedua kalinya, guna menanggapi isu yang belum terjawab. Kegiatan ini direncanakan akan mulai pukul 17.00 WIB. Namun hingga pukul 20.30 WIB kursi yang disiapkan tampak kosong karena pihak tiga lembaga (Bem Universitas, DPM, dan LKM) tidak kunjung datang. Melalui pamflet dari yang disebarkan, evaluasi ini diinisiasi oleh mahasiswa yang terjaring dalam Jaringan Mahasiswa Kontra Tindas (JMKT). Evaluasi Publik kali ini bertemakan “Rasan-Rasan Bareng 7 Evaluasi Fakultas Publik” yang memalukan tidak berjalan sesuai apa yang diharapkan. Sebelumnya, pamflate untuk acara ini telah diumumkan melalui masing-masing gubernur Fakultas UPGRIS. Namun, kurangnya partisipasi siswa dalam acara ini juga...