Refleksi Kritis Regulasi Tambang dan Kelestarian Lingkungan dalam Dokumenter Pulau Obi Hilirisasi dan Lingkungan Lestari

Kamis, 26 April 2026, Pukul 19.00-21.00 Divisi Waroeng diskusi mengadakan sebuah ruang diskusi internal LPM Vokal, yang diselenggarakan di Gedung Baru UPGRIS lantai satu, tepatnya di Camp LPM Vokal. Kegiatan ini merupakan sebuah wadah untuk menuangkan isi pikiran setelah menganalisis sebuah isu atau permasalahan tanpa ada justifikasi. Diskusi kali ini diadakan secara sederhana dengan menonton video dokumenter dari laman YouTube TV Tempo dengan tajuk Pulau Obi: Hilirisasi dan Lingkungan Lestari.

Dokumenter ini memberikan sudut pandang baru mengenai integrasi hilirisasi dan kelestarian lingkungan di Pulau Obi. Pengelolaan air tambang dilakukan secara ketat melalui sistem monitoring real-time dan proses sedimentasi zigzag untuk memastikan air yang dialirkan kembali ke alam bebas dari polutan dan lumpur. Selain itu, penggunaan teknologi dry stack tailing menjadi kunci dalam mencegah pencemaran sumber air domestik masyarakat, sehingga kebutuhan air bersih warga tetap terjaga dan terlindungi dari dampak operasional tambang.

Alur diskusi diawali dengan penayangan video dokumenter, kemudian dilanjutkan dengan sesi pertukaran pendapat mengenai perspektif yang disajikan dalam tayangan tersebut. Diskusi menjadi lebih hidup saat salah satu peserta yang berdomisili di sekitar wilayah pertambangan Pulau Kalimantan membagikan pengalamannya. Ia mengungkapkan bahwa tidak semua perusahaan mampu bertanggung jawab terhadap lingkungan. Faktanya, masih banyak ditemukan operasional tambang ilegal yang merusak dan mencemari lingkungan, bahkan hingga praktik adu domba terhadap masyarakat adat. Dari situ kita bisa membandingkan dari hasil video dokumenter dengan sudut pandang seseorang yang terdampak langsung oleh tambang.

Diskusi kali ini kita membahas terkait bagaimana seharusnya tambang beroperasi, kemudian apa saja yang perlu dipertimbangkan agar tidak mencemari atau menggerus ruang hidup masyarakat sekitar. Setelah itu kita bandingkan dengan isu-isu tambang yang dinilai mencemari lingkungan. Kemudian dipengujung acara kita dapat menarik sebuah kesimpulan, berdirinya tambang ini sangatlah bagus akan tetapi perlu diperhatikan juga terkait regulasi, dampak berkelanjutan, Apakah tambang beroprasi sesuai dengan regulasi? Apakah pertambangan tersebut menggerus ruang hidup masyarakat sekitar? Apakah masyarakat menerima dampak positif dengan berdirinya tambang? Setelah itu jika ada tambang yang beroperasi atau pada saat pendiriannya tidak sesuai dengan regulasi, seharusnya pemerintah berani mengambil langkah tegas untuk menutup tambang tersebut agar ruang hidup masyarakat tidak tergerus dan sebagai bentuk pencegahan bencana yang diakibatkan oleh tambang.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *