Month: April 2026

Wajah Baru di Sudut Kota Semarang: Biografi Kreatif Kampung Mural Petemasan
Feature

Wajah Baru di Sudut Kota Semarang: Biografi Kreatif Kampung Mural Petemasan

Apa jadinya jika kebebasan kreatif para seniman bertemu dengan hangatnya keterbukaan warga di sebuah gang buntu? Kampung Petemesan memberikan jawabanya, sebuah ruang dimana seni tak lagi berjarak dengan kehidupan. Di jantung Kota Semarang yang padat, tepatnya di Kelurahan Purwodinatan, terdapat sebuah gang buntu yang kini menjadi titik sentrum baru bagi anak muda dan seniman. Kampung Petemasan, kini tidak lagi dikenal sebagai sudut kota yang gelap, melainkan telah bersulih rupa menjadi galeri terbuka yang penuh warna. Awal Mula dan Inspirasi Transformasi ini tidak terjadi dalam semalam. Rangga, selaku ketua Karang Taruna banyak bercerita mengenai kampung ini saat di wawancarai awak LPM vokal. Sebelumnya warga setempat tidak terlalu mengenal apa itu seni mural, bagi mereka, coretan di tem...
Menjawab Arah Gerak Mahasiswa Melalui Surat Putusan Rektor UPGRIS
Berita Kampus

Menjawab Arah Gerak Mahasiswa Melalui Surat Putusan Rektor UPGRIS

Senin, 27 April 2026, bertepatan di ruang tamu rektor Universitas Persatuan Guru Republik Indonesia Semarang berlangsung pemberitahuan surat putusan yang dikeluarkan rektor guna menjawab permasalahan organisasi di UPGRIS. Surat putusan itu disampaikan langsung oleh Dr. Sri Suciati, M.Hum., di hadapan jajaran rektorat dan mahasiswa, di antaranya pengurus BEM Universitas dan ketua BEM Fakultas. Dr. Sri Suciati, M.Hum. selaku rektor UPGRIS mengeluarkan dua putusan rektor yang merespon tuntutan mahasiswa mengenai organisasi mahasiswa imbas hilangnya sifat kelegislatifan dan fasilitas organisatoris, “Beberapa waktu yang lalu, kami memang mendapatkan surat dari Presiden BEM, berkaitan dengan permohonan untuk penonaktifan ya, untuk pengurus DPM (Dewan Perwakilan Mahasiswa). Selain itu, berd...
Refleksi Kritis Regulasi Tambang dan Kelestarian Lingkungan dalam Dokumenter Pulau Obi Hilirisasi dan Lingkungan Lestari
Siaran Pers

Refleksi Kritis Regulasi Tambang dan Kelestarian Lingkungan dalam Dokumenter Pulau Obi Hilirisasi dan Lingkungan Lestari

Kamis, 26 April 2026, Pukul 19.00-21.00 Divisi Waroeng diskusi mengadakan sebuah ruang diskusi internal LPM Vokal, yang diselenggarakan di Gedung Baru UPGRIS lantai satu, tepatnya di Camp LPM Vokal. Kegiatan ini merupakan sebuah wadah untuk menuangkan isi pikiran setelah menganalisis sebuah isu atau permasalahan tanpa ada justifikasi. Diskusi kali ini diadakan secara sederhana dengan menonton video dokumenter dari laman YouTube TV Tempo dengan tajuk Pulau Obi: Hilirisasi dan Lingkungan Lestari. Dokumenter ini memberikan sudut pandang baru mengenai integrasi hilirisasi dan kelestarian lingkungan di Pulau Obi. Pengelolaan air tambang dilakukan secara ketat melalui sistem monitoring real-time dan proses sedimentasi zigzag untuk memastikan air yang dialirkan kembali ke alam bebas dari polut...
Habis Gelap Terbitlah Terang, dari Surat Kartini Untuk Perempuan Saat Ini
Opini

Habis Gelap Terbitlah Terang, dari Surat Kartini Untuk Perempuan Saat Ini

Raden Ajeng Kartini, salah satu tokoh pahlawan wanita yang lahir 21 April 1879 di Jepara itu juga menjadi salah satu pelopor Emansipasi Wanita, melalui surat-suratnya yang kemudian menjadi buku ”Habis Gelap Terbitlah Terang,” ia melawan adat yang membelenggu perempuan hanya pada “manak, masak, dan macak”. Ia berani menuntut pendidikan dan kebebasan, bahkan menetapkan syarat tegas saat menikah agar diperlakukan setara. “Habis Gelap Terbitlah Terang,” buku tersebut telah menginspirasi banyak wanita Indonesia agar tidak takut untuk maju meraih mimpi serta memperjuangkan hak-hak perempuan, yang menjadi tamparan dan penginggat bahwa rasa ingin tahu itu sangat penting. Saat Kartini bingung tidak memiliki tujuan dia bertanya dan mencari tahu, dia menulis dan melawan lewat pikiran. Hampir 122 t...
Festival Perempuan Pesisir Soroti Krisis Iklim dan Masa Depan Warga Timbulsloko
Siaran Pers

Festival Perempuan Pesisir Soroti Krisis Iklim dan Masa Depan Warga Timbulsloko

Timbulsloko, Demak, 18 April 2026. Festival Perempuan Pesisir yang bertema Merawat “Ibu” Bumi dan Laut, menjadi wadah pertemuan bagi perempuan pesisir, masyarakat, akademisi, organisasi masyarakat sipil, dan pemangku kebijakan untuk mendiskusikan dampak krisis iklim yang terus mengancam kehidupan penduduk pesisir. Berbagai kalangan narasumber hadir di festival untuk berbagi pengalaman, memberikan pandangan, serta rekomendasi terkait krisis iklim di Timbulsloko. Fesstival ini menyoroti keadaan Desa Timbulsloko yang telah bertahun-tahun terpengaruh oleh banjir rob, abrasi, dan penurunan permukaan tanah, sehingga sebagian besar wilayah desa Timbulsloko terendam. Masyarakat setempat dan narasumber yang datang menyatakan bahwa krisis iklim tidak hanya berpengaruh pada lingkungan, tetapi juga...
Feature

Sepinya Hutan Dayunan Tak Lagi Menyimpan Mitos, Melainkan Ketidakadilan

Bebukitan hijau yang diselimuti perkebunan, berpadu dengan aroma tembakau khas menyambut siapa saja yang melewati jalanann berkelok menuju Desa Dayunan. Pemandangan asri ini seolah menawarkan ketenangan. Namun di balik keelokan itu, tersimpan sebuah cerita perjuangan yang pelik. Di balik gelap malam yang menyelimuti Desa Dayunan, ancaman yang dirasakan warga bukan lagi berkaitan dengan setan-setan atau mitos kuno, melainkan setan berwujud "PT fiktif" yang setiap bulannya melakukan kriminalisasi dan mencoba merebut lahan garapan warga. Ancaman ini nyata, menghantui setiap jengkal tanah yang menjadi tumpuan hidup masyarakat setempat. Hadir bagai bayangan yang selalu mengikuti langkah warga. Dalam dinginnya kawasan kaki Gunung Prau, suasana hangat terjalin antar petani dan teman-teman j...
Berita Kampua

ASASI ke-35: Mengulas Sastra Dalam Film “Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck”

Semarang - Ajang Apresiasi Unit Kegiatan Mahasiswa Kajian Ilmu Apresiasi Sastra (KIAS), mempersembahkan Ajang Apresiasi Sastra Film ke-35 (ASASI) “Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck” karya Buya Hamka yang disutradari dan ditulis oleh Sunil Soraya tahun 2013. Acara ini adalah upaya untuk merayakan ekranisasi wahana karya sastra yang diadaptasi ke dalam film, guna menyoroti hubungan erat antara diskusi literasi dan sinema dengan menghadirkan pemateri Kartika yang juga merupakan alumni UKM KIAS, pada Jum’at (3/4/2026). Kegiatan rangkaian acara meliputi pemutaran film, diskusi, serta halal bihalal dan makan bersama. Dalam kegiatan diskusi “Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck,” banyak menyoroti mengenai latar belakang sosial budaya masyarakat, yang terkandung nilai-nilai, moral, dan wawasan yang ...