
Seusai melakukan konsolidasi terbuka di halaman Kampus 4, Universitas PGRI Semarang (UPGRIS), pada hari Jumat (9/2/2024). Fikri Haiqal, Presiden Mahasiswa, menyatakan kesaksiannya perihal intervensi aparat keamanan. Intervensi tersebut berupa arahan untuk membuat vidio testimoni tentang “Pemilu Damai”. Salah satunya berisi agar kampus tetap kondusif dan tidak mendistriskan pemerintah.
“Saya dihubungi oleh pihak aparat sejak hari Minggu. Bahwasanya di situ, saya diberikan arahan atau instruksi untuk membuat vidio statement,” ujarnya.
Sempat beberapa kali, dirinya dihubungi oleh pihak-pihak yang tidak dikenal. Pihak yang tidak dikenal mengirimkan beberapa file berjenis phising ke nomor Whats App-nya.
“Selama itu pun ada beberapa akun di Whats App itu mengirimkan file-file phising berupa undangan pernikahan, rekening bank, dan semacamnya,” tambahnya.
Dirasa pembuatan vidio testimoni tidak diperlukan, Haiqal memutuskan untuk tidak merespon chat yang melanda di dalam Whats App-nya. Namun, hal tersebut berseberangan dengan apa yang telah dilakukan oleh pihak rektorat. Pihak rektorat justru sudah membuat vidio testimoni.
“Saya berinisiatif menghubungi pihak wakil rektor tiga, selaku kemahasiswaan. Setelah menghubungi, saya mendapatkan feedback bahwa beliau sudah membikin vidio pernyataan. Dan itu, diwakilkan oleh wakil rektor empat,” tutupnya.
RESPON REKTOR UNIVERSITAS PGRI SEMARANG
Menindaklanjuti terkait dengan laporan yang ada, pihak rektor, Dr. Sri Suciati, M. Hum (Suci) telah merespon hal tersebut. Pada hari Senin (12/2/2024) di ruang rektorat, dirinya menjelaskan tentang intervensi terkait dengan pembuatan vidio testimoni.
“Saya sendiri kan juga dioyak-oyak untuk membuat semacam testimoni tentang kesuksesan Presiden Jokowi dalam hal ini. Kebetulan waktu itu saya sedang di Jakarta,” ujarnya.
Sehubungan dengan adanya keperluan di Jakarta, Suci tidak bisa membuat vidio testimoni. Namun, dirinya kerap ditagih oleh pihak aparat keamanan untuk segera membuat vidio testimoni. Dalam hal ini, wakil rektor diutus untuk membuat vidio yang berkaitan dengan himbauan kepada mahasiswa ketika pemilu.
“Akhirnya saya menyampaikan kepada wakil rektor untuk membuat vidio yang berkaitan dengan himbauan. Jadi, kami tidak memberikan respon apa pun berkaitan dengan kinerja Jokowi,” tambahnya.
Kembali pada poin laporan yang disampaikan oleh Presiden Mahasiswa, Fikri Haiqal terkait dengan intervensi pembuatan vidio testimoni. Pihak rektor sudah mengetahui dengan adanya laporan tersebut.
“Sudah. Saya sudah dilapori. Bahkan nanti siang setelah mereka bersama-sama dengan BEM dari seluruh kampus di Semarang ini melakukan pernyataan sikap di Gubernuran. Mereka akan di sini untuk menyampaikan pernyataan sikap, kurang lebih sama. Dan, saya sudah merestui bahwa itu hak mahasiswa,” tutupnya.
Polri Tidak Pernah Memberikan Instruksi Terkait Dengan Pembuatan Vidio Testimoni
Aparat keamanan berusaha meredam fenomena gelombang kritik yang dilakukan oleh beberapa civitas akademika. Upaya tersebut dilakukan aparat keamanan dalam bentuk instruksi terhadap rektor-rektor di perguruan tinggi untuk membuat vidio testimoni terkait dengan kinerja Presiden Jokowi. Namun, dilansir dari sebuah vidio kanal Youtube milik Metro TV pada hari Kamis (8/2/2024), Wakapolri, Agus Adrianto menyatakan bahwa dirinya tidak menginstruksikan hal tersebut.
“Apa ada di sini? Kan nggak ada. Kita nggak ada. Kalau memang untuk cooling sistem memang ada program Kapolri,” ujarnya dalam sebuah wawancara.
Sementara itu dalam siaran pers, dilansir dari kanal Youtube Offical iNews pada Rabu (7/2/2024). Kabarhakam Polri, Fadil Imron menyatakan bahwa dirinya akan menindaklanjuti terkait dengan adanya dugaan intervensi pihak aparat keamanan terhadap rektor-rektor di perguruan tinggi.
“Yang pasti kita akan mengambil langkah-langkah yang objektif. Sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku,” ujarnya dalam vidio.
- Penulis: Radit Bayu
- Editor: Yasin Fajar