Kiprah Sri Mulyani: Perempuan Diplomasi dari Indonesia untuk Dunia

Sri Mulyani adalah seorang perempuan Indonesia yang ahli dibidang ekonomi, kebijakan moneter, dan ekonomi perbankan. Memiliki gelar dan nama lengkap yaitu Sri Mulyani Indrawati, S.E., M.Sc., Ph.D. Ia lahir di Tanjung karang, Bandar Lampung, Provinsi Lampung, pada 26 Agustus 1962. Terlahir dari keluarga berpendidikan, Ayahnya bernama Prof. Satmoko dan Ibunya bernama Retno Sriningsih yang keduanya adalah Guru Besar di Universitas Negeri Semarang. Sri Mulyani adalah anak ketujuh dari 10 bersaudara.

Sri Mulyani menempuh pendidikan menengah pertamanya di SMP Negeri 2 Bandar Lampung, dan melanjutkan ke SMA Negeri 3 Semarang. Kemudian, ia mendapatkan gelar sarjana setelah dirinya menempuh studi S1 di Universitas Indonesia Fakultas Ekonomi pada tahun 1986. Setelah itu, ia mendapatkan gelar Master of Science of Policy Economics pada tahun 1990, serta gelar Ph.D. dalam bidang ekonomi dari University of Illinois at Urbana-Champaign, Amerika Serikat pada tahun 1992.

Beliau adalah Menteri Keuangan Indonesia yang sudah menjabat selama tiga periode pemerintahan berturut-turut, diantaranya pada masa Pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tanggal 5 Desember 2005, masa Pemerintahan Presiden Joko Widodo selama 2 periode, periode pertama pada tanggal 27 Juli 2016 dan periode kedua pada 23 Oktober 2019, serta pada Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto tanggal 21 Oktober 2024. Selama masa jabatannya, Ia dikenal sebagai salah satu menteri terbaik di Asia dan memainkan peran penting dalam kebijakan fiskal dan reformasi ekonomi Indonesia. Diantaranya adalah menstabilkan ekonomi makro, mempertahankan kebijakan fiskal yang prudent, menurunkan biaya pinjaman dan mengelola utang serta memberi kepercayaan pada investor. Sebelum menjabat sebagai menteri keuangan, dia menjabat sebagai menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional (Kepala Bappenas) dari kabinet Indonesia Bersatu. Beliau adalah orang Indonesia pertama yang menjabat sebagai Direktur Pelaksana Bank Dunia. Jabatan ini diembannya mulai 1 Juni 2010. Setelah pengangkatannya di Bank Dunia, ia mengundurkan diri dari posisinya sebagai Menteri Keuangan.

Selain itu, berbagai pencapaian lain telah di terima selama dirinya menjabat sebagai Menteri Keuangan Indonesia. Mulai dari beliau yang terpilih sebagai wanita paling berpengaruh ke-23 di dunia versi majalah Forbes tahun 2008 serta wanita paling berpengaruh ke-2 di Indonesia versi majalah Globe Asia bulan Oktober 2007, hingga menjadi Menteri Keuangan terbaik untuk tahun 2006 oleh majalah Euromoney. Sri Mulyani di pilih menjadi perwakilan dari

12 Negara di Asia Tenggara (Southeast Asia/SEA Group) sejak 1 November 2002 sebagai Executive Director International Monetary Fund (IMF). Pada tanggal 11 Februari 2018, ia menjabat sebagai Pelaksana Tugas Menteri Koordinator Bidang Perekonomian setelah Menko Perekonomian Dr. Boediono dilantik sebagai Gubernur Bank Indonesia. Pada tahun itu juga dirinya terpilih kembali menjadi “Best Minister in the World” pada Word Gouverment Summir di Dubai. Selain itu, pada bulan Oktober 2018, ia mendapatkan gelar dari Global Markets untuk menjadi “Finance Minister of the Year – East Asia Pacific” saat berlangsungnya IMF-World Bank di Bali. Ditahun selanjutnya, pada 2019, Sri Mulyani kembali dinobatkan sebagai Menteri Keuangan Terbaik di Asia Pasifik versi majalah keuangan Finance Asia. Dirinya mendapatkan penghargaan tersebut tiga tahun berturut-turut setelah sebelumnya diperoleh pada tahun 2017 dan 2018. Ia juga dipilih sebagai Ketua Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia periode 2019-2023 sejak bulan Agustus 2019.

Memasuki tahun 2020, saat dunia tengah diancam oleh wabah Covid-19, Sri Mulyani mendapatkan penghargaan Finance Minister of the Year for East Asia Pacific pada tahun 2020 oleh Majalah Global Markets, sebagai penghargaan atas upaya penanganan pandemi COVID-19 di Indonesia. Selain itu, ia juga mendapatkan penghargaan dari Forbes pada tahun 2020 sebagai “The World’s 100 Most Powerfull Women 2020”.

Sri Mulyani memiliki kontribusi luar biasa terhadap industri keuangan. Ia sempat mendapatkan penghargaan dari Asosiasi Industri Keuangan Global yaitu The Institute of International Finance (IFF) berupa Distinguished Leadership and Services Award. Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk pengakuan kepada individu yang telah memberikan kontribusi luar biasa pada peningkatan ekonomi global dan sistem keuangan.

Kisahnya menjadi abadi bagi perempuan Indonesia. Sri Mulyani akan tetap membekas di hati masyarakat Indonesia dalam dunia ekonomi. Dedikasi luar biasa dari Sri Mulyani harus diterapkan pada diri kita.

 

 

 

 

Penulis: Halwa Nadia/Ni’amatus Shofiyah

Editor: Sabrina Gita

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *