Month: February 2025

Segala Pembungkaman Berekspresi lewat Seni Tidak Bisa dibiarkan Terus Terjadi
Opini, Opini, Wawancara

Segala Pembungkaman Berekspresi lewat Seni Tidak Bisa dibiarkan Terus Terjadi

Indonesia adalah negara demokrasi, hal itu tertulis dalam pasal 1 ayat (2) Undang-undang dasar (UUD) 1945. Salah satu ciri negara demokrasi adalah rakyat, baik langsung atau tidak, berhak menyoroti pemerintah, bebas mencari informasi, menyatakan pendapat, dan mengkritik pemerintah. Namun dalam berjalannya demokrasi di Indonesia ini, masih ada kebebasan yang dibatasi oleh kekuasaan yang berkuasa. Salah satunya adalah pembungkaman berekspresi lewat karya seni, atau yang biasa disebut “pembredelan karya seni”. Seni adalah cerminan keadaan sosial dan politik Karya seni sendiri adalah salah satu media untuk melakukan kritik sosial. Dalam karya seni terdapat potret diri kita, baik sebagai individu maupun komunitas bangsa. Karena karya seni sendiri bisa menjadi cerminan keadaan sosial dan p...
Semarang Menggugat : Negara Sekarat, Prabowo Gibran Mencekik Rakyat
Berita, Straight News

Semarang Menggugat : Negara Sekarat, Prabowo Gibran Mencekik Rakyat

Selasa (18/2/2025), di depan kantor Gubernur dan DPRD Provinsi Jawa Tengah tengah berlangsung demonstrasi yang dilakukan oleh Aliansi Semarang Menggugat. Aksi dengan tema “ Negara Sekarat, Prabowo Gibran Mencekik Rakyat” tersebut berlangsung ramai. Diikuti oleh beberapa massa aksi yang terdiri atas elemen masyarakat sipil dan beberapa lembaga universitas. Dilatar belakangi oleh keresahan serta permasalahan yang ada pada akhir-akhir ini membuat masyarakat geram akan kebijakan yang dikeluarkan oleh rezim Prabowo Gibran. “Kita organik berdasarkan keluhan dan aspirasi makanya kami memakai Tajuk Aliansi Semarang Menggugat bukan BEM SI yang mana mereka menggunakan Tajuk Indonesia Gelap” ujar Muhammad Rafi selaku Koordinator Lapangan UNDIP. Tak lama setelah pelantikan pasangan Presiden dan Wa...
Filosofi Coklat sebagai Bentuk Kasih Sayang
Artikel

Filosofi Coklat sebagai Bentuk Kasih Sayang

Happy Weekend Voders, ternyata memberikan coklat di hari valentine ada sejarahnya loh. Hari Valintinus atau hari Valentine dikenal sebagai hari kasih sayang yang dirayakan setiap tanggal 14 Februari. Awalnya, hari kasih sayang ini berasal dari perayaan untuk menghormati martir kristen yang bernama Santo Valentinus. Hari Valentine kemudian dikaitkan dengan percintaan pada abad ke-14 dan 15 ketika gagasan Cinta Bahaduri berkembang, karena asosiasi dengan “burung cinta” pada awal musim semi. Untuk merayakan hari valentine biasanya seseorang akan memberikan coklat dan bunga kepada kekasihnya sebagai ungkapan rasa cinta dan kasih sayang. Hal inilah yang mendasari valentine identik dengan cokelat. Sejarah Cokelat sebagai Simbol di Hari Valentine  Cokelat sendiri memiliki sejarah yang unik....
Mengenang Pemberontakan PETA di Blitar Tahun 1945
Feature, Indepth News, Infografis

Mengenang Pemberontakan PETA di Blitar Tahun 1945

Per tanggal 14 Februari, tanah air kita memperingati salah satu hari bersejarah yang menjadi pemantik perjuangan bangsa menuju kemerdekaan. Disaat Jepang lengah pada Perang Dunia II (1939/1945), Pasukan Pembela Tanah Air (PETA) memanfaatkan momentum untuk merencanakan pemberontakan. Dari peristiwa ini pepatah “Senjata Makan Tuan” benar adanya. PETA yang awalnya dibentuk untuk membantu Jepang berbalik mennyerang koloni Jepang. Selain itu kita juga mengenal sosok Soeprijadi atau biasa dikenal dengan Supriyadi, anggota PETA yang memimpin pemberontakan ini. Di bawah komando pria yang lahir di Trenggalek ini pemberontakan PETA meletus, walau pada akhirnya bisa dibungkam oleh Jepang kembali. Beberapa tentara PETA yang terlibat diadili di Jakarta, sementara Supriyadi menghilang dan jejaknya tidak...
Mengudara Sejenak, Menapaki Jejak Sejarah RRI Semarang
Feature

Mengudara Sejenak, Menapaki Jejak Sejarah RRI Semarang

Di sudut Semarang yang berdebu oleh jejak sejarah, di antara lorong waktu yang pekik akan perjuangan, ada suara yang tak pernah benar-benar padam. Suara itu bukan sekadar frekuensi yang merambat di udara, melainkan nyanyian perlawanan, gema kebebasan, dan nafas bagi jiwa-jiwa yang merindukan kemerdekaan. Itulah RRI Semarang, yang terletak di Jalan Ahmad Yani Nomor 144-146, Karangkidul, Kecamatan Semarang Tengah, Kota Semarang. Gelombang suara itu tak hanya menjadi saksi zaman, tetapi juga penanda bahwa sejarah selalu bergemuruh dalam gelombang yang tak kasat mata. Lahirnya Radio Semarang (1936) Tahun 1936, di bawah bayang-bayang kolonialisme Belanda, lahirlah Radio Semarang di Jalan Veteran, sebuah studio kecil dengan pemancar sederhana berkekuatan 150 watt. Dengan anggota yang semul...
Gas Melon: Subsidi Salah Sasaran, Rakyat jadi Koban?
Opini

Gas Melon: Subsidi Salah Sasaran, Rakyat jadi Koban?

Baru-baru ini masyarakat tengah dihebohkan dengan kabar terkait perubahan kebijakan Liquefied Petroleum Gas atau LPG yang biasa disebut elpiji tiga Kilogram. Pemerintah melarang penjualan beli eceran untuk LPG 3 kg per Sabtu, 1 Februari 2025. Keputusan tersebut lahir karena adanya laporan yang diterima Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) terkait penyaluran yang tidak tepat sasaran. Mengingat bahwa setiap kebijakan memiliki dampak bagi masyarakat luas, hal ini benar adanya. Selang beberapa hari keputusan tersebut berlaku, terlihat beberapa dampak yang ditimbulkan. Kebijakan yang dibuat menyebabkan antrean dan kelangkaan LPG 3 kg. Dampak tersebut terjadi karena berkurangnya pengurangan kuota elpiji bersubsidi tahun 2025. Keterbatasan stok Bahan Bakar Minyak (BBM) di SPBU...
Tirto Adhi Soerjo: Pembela Rakyat Pribumi melalui Surat Kabar
Profil

Tirto Adhi Soerjo: Pembela Rakyat Pribumi melalui Surat Kabar

Tirto Adhi Soerjo lahir sebagai Raden Mas Djokomono di Cepu, Blora, Jawa Tengah pada tahun 1880. Beliau adalah seorang tokoh pers dan tokoh kebangkitan nasional Indonesia, dikenal juga sebagai perintis persuratkabaran dan kewartawanan nasional Indonesia. Tirto membangun sebuah surat kabar bernama Medan Prijaji dengan modal sendiri. Sarekat Priyayi Alasan Tirto Adhi Soerjo mendirikan Medan Prijaji bukan hanya sebagai media informasi, tetapi sebagai alat perjuangan untuk membela hak rakyat pribumi, melawan ketidakadilan kolonial, dan membangun kesadaran nasionalisme. Surat kabar ini menjadi tidak penting dalam sejarah pers Indonesia dan pergerakan nasional, yang akhirnya berkontribusi pada lahirnya gerakan kemerdekaan Indonesia. Medan Prijaji menjadi surat kabar nasional pertama di ...
Pesta Awal Tahun: Banjir Pantura Sayung-Demak Menghambat Aktivitas Warga
Berita, Straight News

Pesta Awal Tahun: Banjir Pantura Sayung-Demak Menghambat Aktivitas Warga

Semarang kembali mengalami krisis ekologi. Sepanjang jalan Sayung hingga Demak mengalami kelumpuhan akses jalan akibat banjir. Pada Jumat (07/02/205) banjir mencapai 70 cm per pukul 06.50 WIB. Hal tersebut berimbas pada aktivitas warga yang tinggal di daerah terdampak. Selama Desember hingga februari, semarang diguyur hujan deras dan menyisakan Rob. Kenaikan air Rob dimulai pada Senin (3/02/2025) dengan ketinggian mencapai betis manusia dewasa. Sampai kemarin Kamis (06/02/2024) banjir mengalami kenaikan dari 32 cm menjadi 50 cm. “Semua daerah Genuk untuk Unissula dan RSI di dalamnya aman kering karena sudah ditinggikan namun akses jalanya yang lumpuh. Satu daerah Perum Genuk juga terendam banjir sampai ke Genuk Sari pokoe satu kecamatan terendam,” pengakuan Eva mahaiswi Semarang berd...
Kelak, jika Pram tak Pernah Dibicarakan Lagi
Opini, Sastra

Kelak, jika Pram tak Pernah Dibicarakan Lagi

Setiap orang pasti pernah berangkat dari perspektif awam tentang apa itu sastra? Khususnya yang berupa novel. Begitu pula dengan diri saya sendiri ketika dulu pertama kali masuk ke dalam jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Sebagai mahasiswa baru yang masih bau kencur, saya pun dulu pernah beranggapan bahwa berbicara tentang novel hanyalah seputar dunia fiksi. Dunia yang seakan-akan sangat jauh dan tak terjamah dari kehidupan manusia. Pemikiran seperti inilah yang membuat saya dulu iseng-iseng berhadiah sok jadi pengarang. Cukup dengan berkata, “Bebas la wong fiksi kok!” segala perdebatan perihal logika bercerita selesai dalam sekejap. Ya maklum, referensi bacaanya masih seputar cinta-cintaan yang itu-itu mulu. Entah, hal ini masih bisa diwajarkan atau tidak. Jelasnya, sebuah ke...
Kilas Balik Perjalanan Pers Nasional
Feature

Kilas Balik Perjalanan Pers Nasional

Jika sejarah pers global dimulai pada abad ke - 15 dengan penemuan mesin cetak oleh Johannes Gutenberg di Mainz, Jerman, sekitar tahun 1440, Sobat Voders penasaran gak sih bagaimana perjalanan pers nasional itu sendiri? bagaimana perkembangannya dari masa ke masa, lalu kenapa bisa disebut sebagai hari pers nasional? Begini ceritanya. Eksistensi Surat Kabar Medan Prijaji Perkembangan pers di Indonesia diawali dengan munculnya surat kabar Medan Prijaji . Surat Kabar ini terbit di Bandung pada tahun 1907 di bawah redaktur Raden Mas Tirto Adi Suryo dan menjadi pelopor pers nasional. Hasil wawancara dari Agung Dwi Hartono melalui Indexpress yang berada dalam buku Agama Saya Adalah Jurnalistik karya Andreas Harsono (2010:64) menjelaskan bahwa Medan Prijaji adalah pers yang sejak pertama te...