Month: February 2025

Bayang-Bayang Orde Lama pada Diskriminasi Etnis Tionghoa
Feature

Bayang-Bayang Orde Lama pada Diskriminasi Etnis Tionghoa

Masyarakat Tionghoa telah hadir di Nusantara sejak abad ke-7, terutama sebagai pedagang yang menjalin hubungan dagang dengan kerajaan-kerajaan maritim seperti Sriwijaya dan Majapahit. Pada masa kolonial Belanda, mereka dikategorikan sebagai Vreemde Oosterlingen (Orang Timur Asing) dan ditempatkan dalam sistem sosial yang berbeda dari pribumi dan Eropa. Mayoritas bermukim di kota-kota pelabuhan seperti Batavia, Semarang, dan Surabaya, dimana mereka berperan sebagai pedagang, pengrajin, atau buruh di perkebunan dan pertambangan. Pada awal abad ke-20, etnis Tionghoa mendominasi sektor perdagangan, meskipun mereka sering kali terjebak dalam posisi sebagai pedagang kecil akibat kebijakan kolonial yang membatasi akses mereka terhadap perdagangan barang-barang Eropa. Setelah jatuhnya VOC pada tah...
Menengok ‘Pagoda Avalokitesvara’ sebagai Warisan budaya  Semarang
Artikel, Feature

Menengok ‘Pagoda Avalokitesvara’ sebagai Warisan budaya Semarang

  Sumber gambar: detik.com Ternyata Semarang masih menampakkan eksistensinya di dunia pariwisata. Selain menjajakan pariwisata interaktif, Semarang juga memperkenalkan potensi budaya melalui Wisata Budaya. Salah satunya, Pagoda Avalokitesvara Buddhagaya Watugong yang memiliki ketinggian 45 meter di atas permukaan tanah. Pagoda yang terletak di Pudak Payung Kecamatan Banyumanik ini memiliki segudang cerita. Sejarah Pagoda Kebudayaan yang ditonjolkan pada pagoda ini identik dengan agama Budha. Pagoda Buddhagaya juga dikenal dengan nama Pagoda Dewi Kwan Im. Sebutan ini ditujukan karena terdapat patung Dewi Kwan IM. Pagoda ini juga memiliki nama lain Pagoda Metakaruna atau Pagoda Cinta Kasih karena keberadaannya untuk menghormati sosok Kwan Sie Im Po Sat, sang Dewi cinta kasih. ...
Mengungkap Diskriminasi dan Perjuangan Minoritas dalam “Babi Buta yang Ingin Terbang”
Resensi

Mengungkap Diskriminasi dan Perjuangan Minoritas dalam “Babi Buta yang Ingin Terbang”

  Identitas Film Judul: Babi Buta Yang Ingin Terbang Sutradara: Edwin Produser: Meiske Taurisia, Edwin, Sidi Saleh Penulis Naskah: Edwin Pemeran: Ladya Cheryl (Linda), Carlo genta (Cahyono), Pong Hardjatmo (Halim), Andhara Early (Salma), Joko Anwar (Yahya), Wicaksono (Helmi) Genre: Drama, Eksperimental Durasi: 77 Menit Tanggal Rilis: 03 Oktober 2008 (Indonesia)   Film 'Babi Buta yang Ingin Terbang' ini mengisahkan kehidupan beberapa orang keturunan Tionghoa di Indonesia yang menjalani kesekharian mereka dengan berbagai tantangan dan perasaan terasing. Film yang rilis tahun 2008 ini menampilkan potongan-potongan kehidupan yang menggambarkan bagaimana rasanya menjadi "berbeda" di tempat yang seharusnya menjadi rumah sendiri. Salah satu tokoh utam...