Filosofi Coklat sebagai Bentuk Kasih Sayang

Happy Weekend Voders, ternyata memberikan coklat di hari valentine ada sejarahnya loh. Hari Valintinus atau hari Valentine dikenal sebagai hari kasih sayang yang dirayakan setiap tanggal 14 Februari. Awalnya, hari kasih sayang ini berasal dari perayaan untuk menghormati martir kristen yang bernama Santo Valentinus. Hari Valentine kemudian dikaitkan dengan percintaan pada abad ke-14 dan 15 ketika gagasan Cinta Bahaduri berkembang, karena asosiasi dengan “burung cinta” pada awal musim semi. Untuk merayakan hari valentine biasanya seseorang akan memberikan coklat dan bunga kepada kekasihnya sebagai ungkapan rasa cinta dan kasih sayang. Hal inilah yang mendasari valentine identik dengan cokelat.

Sejarah Cokelat sebagai Simbol di Hari Valentine 

Cokelat sendiri memiliki sejarah yang unik. Awalnya, cokelat hanya diperuntukan oleh suku Aztec dan Maya yang mengolah biji kakao menjadi minuman ekslusif untuk raja dan bangsawan. Pada masa itu biji kakao tidak hanya dianggap sebagai barang mewah tetapi juga digunakan sebagai alat pembayaran dan bahkan sebagai afrodisak yang meningkatkan gairah dan kertarikan terhadap pasangan.

Tradisi ini berawal dari abad ke-19, ketika seorang pengusaha Inggris bernama Richard Cadbury yang menciptakan kotak cokelat berbentuk hati yang dihiasi dengan desain romantis. Inovasi ini tidak hanya meningkatkan penjualan cokelat, tetapi juga menjadikannya simbol Hari Valentine.

Dengan menciptakan cokelat padat yang terjangkau dan mengemasnya dalam kotak berbentuk hati yang dihiasi dengan simbol-simbol romantis seperti cupid dan mawar. Inovasi ini menjadikan coklat bisa dibeli oleh semua kalangan untuk menunjukan rasa cita dan kasih sayang. Inovasi Cadbury ini sukses besar dan diikuti oleh produsen cokelat lainnya. Mereka mulai memproduksi cokelat dengan berbagai bentuk dan rasa, seperti cokelat praline, truffle, dan cokelat batangan. Cokelat juga dikemas dalam berbagai macam kotak yang menarik, sehingga semakin memperkuat citra cokelat sebagai hadiah romantis.

Makna Cokelat di Hari Valentine

Cokelat menjadi simbol Hari Valentine karena beberapa alasan:

  1. Simbol Cinta dan Kasih Sayang: Cokelat sering dikaitkan dengan perasaan cinta dan kasih sayang. Rasanya yang manis dan lezat dianggap dapat membangkitkan perasaan bahagia dan romantis
  2. Hadiah Mewah: Cokelat dulunya merupakan barang mewah yang hanya bisa dinikmati oleh kalangan tertentu. Oleh karena itu, memberikan cokelat sebagai hadiah menunjukkan perhatian dan penghargaan kepada orang yang menerima.
  3. Tradisi yang Mengakar: Tradisi memberikan cokelat di Hari Valentine telah berlangsung selama lebih dari satu abad. Hal ini membuat cokelat menjadi bagian tak terpisahkan dari perayaan Hari Valentine.
  4. Berperan dalam meningkatkan Perasaan: Secara psikologi, cokelat juga dapat memainkan peran penting dalam peningkatan rasa bahagia dan kepuasan. Kandungan feniletilamina dan anandamida dalam cokelat dapat memicu rasa bahagia dan euforia.

Dalam budaya modern hari valentine juga menjadi kesempatan untuk menujukan rasa kasih sayang dan penghargaan kepada orang-orang terdekat. Sehingga, hari valentine menjadi perayaan yang tidak hanya tentang cinta romantis, tetapi juga tentang kasih sayang, penghargaan dan kebahagiaan. Tradisi pemberian cokelat di Hari Valentine berawal dari inovasi Richard Cadbury pada abad ke-19. Cokelat, yang sebelumnya merupakan barang mewah, kini menjadi simbol cinta dan kasih sayang yang diberikan kepada orang-orang terkasih di Hari Valentine. Tradisi ini terus berlanjut hingga saat ini, menjadikan cokelat sebagai hadiah yang populer dan identik dengan Hari Valentine.

 

Penulis : Safana Berliana Mei R/Syasi afrika julianti

Editor : Sabrina Gita Salsabella

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *