Month: June 2026

Straight News

Mahasiswa Semarang Gelar Aksi, Suarakan Lima Tuntutan untuk Pemerintah

Semarang, 15 Juni 2026. Aliansi mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi dan organisasi kemahasiswaan di daerah Semarang menggelar aksi demonstrasi di depan kantor Gubernur Jawa Tengah. Massa aksi menyuarakan sejumlah tuntutan terkait kondisi ekonomi nasional, kebijakan pemerintah, dan penegakan demokrasi. Ketua Bidang Sosial dan Politik BEM Undip, Fadil, mengatakan aksi tersebut membawa lima tuntutan utama, yakni menurunkan harga BBM dan menstabilkan nilai tukar rupiah, mengembalikan TNI dan Polri pada fungsi utamanya, mengevaluasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Operasi Desa Merah Putih, mengendalikan kepemilikan tanah untuk rakyat, serta menghentikan praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme. Fadil menegaskan bahwa aksi ini merupakan bentuk penyampaian keresahan masyaraka...
Diskusi dan Diseminasi Riset Konflik Agraria Pundenrejo
Berita Kampus

Diskusi dan Diseminasi Riset Konflik Agraria Pundenrejo

Yayasan Lembaga Bantuan Hukum (YLBH) LBH Semarang bersama Trend Asia menggelar kegiatan Diseminasi dan Diskusi Riset bertajuk "Di Balik Rantai Pasok Gula Salim Group: Konflik Agraria dan Kekerasan Terhadap Petani Pundenrejo" di Aula GB Kampus 1 Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) pada Selasa, 9 Juni 2026. Acara tersebut menghadirkan perwakilan petani, akademisi, mahasiswa, dan aktivis hukum untuk membedah ketidaksesuaian hukum yang dilakukan oleh perusahaan di wilayah Pundenrejo. Konflik agraria di Pundenrejo berpusat pada sengketa lahan seluas 7,3 hektare yang diklaim oleh PT LPI, anak usaha di bawah jaringan Salim Group. Yusumi, perwakilan petani dari Gerakan Petani Pundenrejo (GERMAPUN), menyebutkan bahwa tanah tersebut merupakan warisan turun-temurun dari nenek moyang warga setempat....
Straight News

Massa Aksi Kamisan Semarang Suarakan Kekecewaan Lewat Klakson

Semarang, 11 Juni 2026. Aksi Kamisan dipenuhi dengan suara klakson dari pengendara yang melintas di depan kantor Gubernur Jawa Tengah. Aksi ini menjadi wadah bagi berbagai elemen masyarakat untuk menyuarakan keresahan dan kekecewaan terhadap kinerja pemerintah. Di bawah langit sore Kota Semarang, bunyi klakson saling bersahutan memecah riuh lalu lintas. Hal itu terjadi karena massa aksi membentangkan spanduk bertuliskan ”Klakson jika muak dengan pemerintah”, pengendara yang melintas serentak membunyikan klakson sebagai simbol kejenuhan dan kemuakan. Salah satu partisipan Aksi Kamisan, Septia Linasari, menyatakan bahwa Aksi Kamisan kali ini sengaja menghadirkan propaganda klakson sebagai bentuk ekspresi publik yang merasa muak dengan kondisi yang terjadi saat ini. Ia juga menyatakan b...