Puncak Weruh Punden: Harapan Kemenangan Warga Pundenrejo

Minggu, 15 Juni 2025 merupakan hari kedua pelaksanaan Festival Rakyat “Weruh Punden” yang dilaksanakan setahun sekali oleh masyarakat Desa Pundenrejo, Kecamatan Tayu, Kabupaten Pati. Seperti hari sebelumnya, warga terlihat antusias dengan rangkaian kegiatan pada hari kedua ini. Dimulai dari kegiatan senam pagi, cek kesehatan gratis, lomba menggambar dan mewarnai, mural, hingga acara puncak dari band Ampas Kopi.

Di hari kedua ini juga terdapat acara Diskusi Warga membahas terkait perlawanan Germapun terhadap PT Laju Perdana Indah. Warga meminta agar tanaman tebu tidak tumbuh kembali di lahan pertanian Germapun, sehingga tidak ada alasan untuk PT LPI kembali ke desa Pundenrejo. Selain itu, para warga juga memberikan penjelasan terkait bupati daerah yang seakan-akan tidak membela rakyatnya, khususnya petani Germapun. Diskusi warga ini difasilitasi Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Sekarang dan beberapa gerakan solidaritas masyarakat. Warga bersama Germapun mendapat solusi akhir permasalahan sengketa tanah dengan meningkatkan lagi solidaritas Germapun dalam perjuangan melawan PT. LPI.

Tidak hanya warga Desa Pundenrejo, Solidaritas dari berbagai daerah pun turut memeriahkan acara Festival Rakyat ini dengan menampilkan kesenian tradisional dan kontemporer. Salah satunya komunitas Corong Api dari Yogyakarta yang bertanggung jawab menemani anak-anak Desa Pundenrejo lomba menggambar, mewarnai, dan mural.

“Hari ini kebetulan Corong Api menemani anak-anak gambar bareng, gambarnya ngomongin tentang alam Pundenrejo sendiri, sosial masyarakatnya” ujar Bara, perwakilan komunitas Corong Api Yogyakarta.

Anak-anak terlihat sangat antusias mengikuti berbagai kegiatan yang disiapkan untuk mereka. Sejak pagi, wajah-wajah ceria itu mulai memenuhi area workshop menggambar dan mewarnai. Di bawah bimbingan komunitas Corong Api, anak-anak mulai menggambar tentang hasil alam dan kehidupan sosial di Pundenrejo. Mereka juga memainkan serangkaian permainan tradisional dengan riang. Ketika sudah lelah anak-anak tersebut berlari menuju meja penuh dengan makan yang telah disediakan oleh warga. Mereka mengobrol sambil makan bersama.

Pungkasan acara diwarnai dengan hiburan yang menyimbolkan solidaritas para warga, mereka bergotong royong agar acara ini dapat berjalan dengan lancar dan dapat dinikmati oleh masyarakat sekitar dan umum. Festival yang diadakan setahun sekali ini, selalu disambut hangat oleh para warga. Ada juga solidaritas dari Sumberejo yang menyatakan bahwa mereka juga sedang berjuang dari pertambangan yang ada di wilayahnya.

Tentunya dengan adanya acara Festival Rakyat ini warga memiliki harapan agar Pundenrejo dikenal oleh orang luar. Agar orang-orang tahu bahwa masyarakat Pundenrejo masih berjuang merebut tanah milik nenek moyangnya dan dapat dikelola kembali, yang memang sejak dulu warga desa Pundenrejo ini mayoritas adalah petani.

“Supaya gerakan petani Germapun Pundenrejo diijabah doa dari Ki Ageng, mudah mudahan diberi kelancaran

perjuanganya cepat selesai” harapan Yu Sulas mengenai kondisi Desa Pundenrejo di masa mendatang.

 

 

Penulis: Syasi Julia

Editor: Sabrina Gita

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *