Kehadiran Pasangan dalam Proses Skripsi, Benarkah Berpengaruh?

Semester akhir merupakan masa dimana mahasiswa tengah menyelesaikan tugas akhirnya sebagai mahasiswa yaitu skripsi. Menurut LSPR Institute of Communication & Business, skripsi sebagai karya tulis ilmiah yang mempunyai peran sentral dalam perjalanan Pendidikan tinggi yang mengarah pada gelar sarjana (S1). Sejatinya sebagai momentum untuk menunjukkan kemampuan analisis teori dan praktik serta pengembangan wawasan yang lebih dalam sesuai bidang studi mereka. Beberapa perguruan tinggi di Indonesia diperbolehkan untuk memberikan opsi lain sebagai tugas akhir dan syarat kelulusan mahasiswa jennjang S1, hal ini tertuang dalam Peraturan Mendikbud Ristek Nomor 53 Tahun 2023 tentang Penjamin Mutu Pendidikan Tinggi.

Berbicara mengenai skripsi, terdapat beberapa keyakinan dan tak jarang kita temui di lapangan mereka menyebutkan keterlibatan pihak lain yang berkontribusi dalam penyelesaian skripsi. Keterlibatan ini dianggap menjadi motivasi tersendiri seseorang untuk lebih cepat menyelesaikan tugas akhir tersebut. Pandangan akan pasangan atau dalam hal ini “kekasih” untuk menjadi pendamping dalam proses skripsi dan kerap kali nama tersebut termaktub dalam lembar ucapan terimakasih. Fenomena tersebut menjadi hal yang sering dijumpai sehingga mengakar dan tumbuh dalam kehidupan mahasiswa. Lalu apakah hal ini disebut mitos belaka atau memang fakta adanya “kekasih” dapat memberikan motivasi tersendiri ?

Mari kita perjelas

Seringkali seseorang jika ingin melakukan sesuatu didahului dengan niat dan situasi perasaan, mood seseorang terkadang menentukan tindakan yang ingin dilakukan. Analisa terkait faktor-faktor yang mempengaruhi :

Faktor Internal :

1. Kontribusi genetik 40-50 % pada kebahagiaan seseorang sebagai kecendurangan bawaan.

2. Kepribadian, pandangan hidup, sikap, keyakinan, harga diri, temperamen dan kebutuhan psikologis.

3. Optimisme dan perasaan puas terhadap masa lalu serta harapan masa depan mendukung kebahagiaan.

Faktor Eksternal :

1. Lingkungan sosial dan teman yang mendukung untuk meningkatkan perasaan bahagia.

2. Keadaan ekonomi mempengaruhi kebahagiaan terkhusus pemenuhan kebutuhan dasar, hal ini juga memiliki keterkaitan dengan pengelolaan uang juga.

3. Hubungan keluarga yang memiliki pengaruh, dalam hal ini dukungan dari orang tua dan saudara memberikan mood yang baik.

Beberapa faktor yang mempengaruhi seseorang dalam melakukan aktivitas sehari-hari terkait pekerjaan ataupun tugas. Kami rangkum yang secara umum terbagi atas faktor internal dan faktor eksternal sekiranya menjadi alasan logis dalam pengerjaan skripsi seseorang. Memang ada kalanya faktor eksternal diatas, salah satunya pasangan dapat menjadi motivasi tersendiri dalam pengerjaan skripsi akan tetapi hal ini tidak menjadi faktor utama. Bagaimana membangun komunikasi yang baik dengan dosen pembimbing dan tak jarang pula seringkali hubungan ini sulit dibangun karena susahnya komunikasi dengan dosen pembimbing. Hal ini menjadi beban pikiran seseorang sehingga terkadang mencari dunia lain untuk mengembalikan kebahagiaannya.

Lalu, ada seseorang menulis nama pacar di skripsi, tak ditulis langsung merasa tak dicintai, ditulis bikin sesal kemudian hari, gimana ya ?

Menuliskan nama pacar seringkali ditemui pada beberapa mahasiswa di Perguruan Tinggi baik Negeri maupun Swasta. Terkadang hal ini dianggap sebagai bentuk kasih sayang terhadap pacar. Tapi hal ini menjadi dilema tersendiri ketika hubungan kandas pasca skripsi setelah nama tersebut termaktub dalam lembar ucapan terimakasih. Kemudian muncul pertanyaan, perlukah menyematkan nama pacar ? beberapa orang berpendapat tindakan itu konyol. Ketakutan akan menimbulkan masalah dan rasa malu jika hubungan berakhir. Di sisi lain, ada yang menganggap penting menulis seseorang yang dianggap berkontribusi termasuk pacar. Diantara pilihan itu, pandangan terhadap pacar barangkali dapat dibenarkan, namun juga mempertimbangkan beberapa faktor seperti

1. Seberapa besar peran tersebut

Pertimbangan seberapa banyak peran pacar kalian dalam pembuatan skripsi menentukan apakah nama tersebut dapat kalian masukkan dalam ucapan terima kasih sebagai bentuk apresiasi.

2. Memikirkan skala jangka panjang

Takdir tidak ada yang tahu, sebagai manusia kita hanya terus berusaha semaksimal mungkin dan berdoa. Kita berharap bahwa ketika mengukir nama pacar kita pada lembar ucapan terimakasih dapat menjadi kenangan selamanya hingga berujung pada hubungan yang serius. Kita tidak bisa memprediksi ketika pada tengah jalan hubungan itu berakhir dan nama “itu” sudah terukir di lembar ucapan. Maka dari itu, perlulah kita memikirkan jangka panjang ketika ingin menuliskan nama pacar kita pada lembar ucapan terima kasih skripsi.

3. Mempersiapkan segala risiko yang terjadi di masa depan

Dengan segala kemungkinan yang ada termasuk risiko berakhirnya hubungan kita harus menerima risiko di masa depan ketika hal itu berpengaruh dalam hubungan keluarga kita. Terkadang kita tidak memikirkan jangka panjang terkait dengan hal ini, sehingga dapat dianggap menanggap masalah saja.

Jadi….

Dari segala kemungkinan-kemungkinan yang ada, dapat menjadi pertimbangan rasionalitas kita mengapa proses penyelesaian skripsi terhambat. Apakah karena kita tidak mempunyai pasangan dalam konteks ini “pacar” atau memang terkendala diri sendiri. Hal ini yang harus diidentifikasi agar seseorang dapat menemukan kembali semangat untuk melanjutkan. Pasangan terkadang dapat menjadi penyemangat atau penghambat ? hanya diri sendiri yang mampu menjawab.

Penulis: Seila Ardi

Editor: Ika Nugraha

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *