
Judul film : A Taxing Woman
Tahun rilis : 1987
Sutradara : Juzo Itami
Genre : Komedi, Kejahatan
Produksi : Seigo Hosogoe
Durasi : 2 Jam 7 Menit
Pemeran : Nobuko Miyamoto (Ryoko Itakura), Tsutomu Yamazaki (Hideki Gondo), Masahiko Tsugawa (Hanamura), dkk
Sinopsis Film
A Taxing Woman adalah film detektif komedi Jepang yang mengisahkan tentang Ryoko Itakura, seorang petugas pajak yang sangat berdedikasi. Perempuan anak satu ini ditugaskan untuk menangkap para penunggak pajak. Hari-hari perempuan dengan potongan rambut mirip mangkuk sayur ini bekerja sebagai inspektur pajak yang meninjau langsung ke tempat kedudukan, tempat kegiatan usaha, tempat tinggal wajib pajak dan/atau tempat lainnya.
Suatu hari, hatinya terketuk untuk memburu pengusaha kaya raya penunggak pajak yang menyembunyikan banyak penghasilannya setelah salah seorang inspeksi pajak berkata “kenapa kau harus memilih orang-orang miskin seperti kami?”. Dalam kasus itu pengusaha tersebut salah menghitung pajak atas dasar ketidakpahaman. Secara tidak sengaja Itakura menemukan kasus yang akan mengubah kariernya.
Ia masuk ke sebuah motel di Tokyo, sebuah operasi hot-pillow yang perputarannya tampak begitu cepat sehingga ia memperkirakan setiap kamar pasti ditempati lebih dari sekali dalam semalam. Namun, ia menemukan bahwa pemilik hotel (Hideki Gondo) melaporkan pendapatan yang jauh di bawah perkiraannya. Hideki Gondo diketahui adalah pengusaha pemilik beberapa cabang motel di Jepang. Itkura mulai mencium ketidakpatuhan pajak dari Gundo dan mulai menyelidikinya. Ia awali dari inspeksi di tempat tinggal Gondo bersama istri barunya hingga ke apartemen “gundik” Gondo dan petunjuk informasi dari bekas gundik gondo.
Kelebihan Film
Hal yang menjadi menarik dari film ini yaitu peran Ryoko Itakura yang digambarkan sebagai perempuan mandiri yang seolah tidak takut pada apapun. Pembawaannya yang luwes dan cara kerjanya yang tidak konvensional membawanya pada promosi sebagai inspektur pajak. Selain Itakura, sosok Gondo juga juga menarik perhatian. Jika sebelumnya bayangan seorang CEO adalah seorang yang gagah dengan jas formalnya yang lincah bergerak kemanapun. Pada film ini digambarkan Gondo adalah seorang difable, dimana salah satu kakinya tidak dapat menapak tanah dengan sempurna. pengusaha anak satu ini turut mempekerjakan staff difable untuk bekerja di timnya. Di samping tindakan licik seribu taktik penggelapan pajak yang ia lakukan, Gondo tetaplah seorang bapak yang baik untuk anaknya. Dalam beberapa percakapannya dengan Itakara, Gondo sering membahas tentang anaknya dan ditemukan pula adegan ia mendisiplinkan anaknya. Dengan begitu film ini memiliki sedikit sisi emosional dilengkapi dengan komedi drama dan sedikit erotika. Film ini juga menjadi satire sosial yang tajam bagaimana masyarakat Jepang terobsesi pada kekayaan dan penghindaran pajak.
Kekurangan
Selain kelebihan, tentu film ini juga memiliki kekurangan. Sebagian penonton mungkin merasa irama film tidak merata, ada adegan yang terasa lambat sementara adegan lain terasa terburu-buru. Film ini dibagi babaknya sesuai musim yang ada di Jepang yaitu musim dingin, musim semi, musim gugur, dan musim panas. Selain itu, meski sindiran sosialnya tajam, sebagian humor dan referensi budaya mungkin tidak dipahami penonton yang tidak terbiasa dengan budaya Jepang. Selanjutnya mengenai daya tarik yang terbatas, Fokus film ini pada penghindaran pajak dan birokrasi yang mungkin tidak menarik bagi semua penonton
penulis : Ika Nugrahaning
editor : Sabrina Gita Salsabella