
Bulan ini siang amat terik, dan malam terlampau dingin
Tak seperti bulan sebelumnya yang terlampau memaksa kita untuk bilang Merdeka
Serta tak sama dengan bulan setelahnya yang terlalu sakti untuk bicara ideologi
Karena pada kalender yang aku dapat dari santri yang menjajakan dari rumah ke rumah lain
Bahwasannya bulan ini warna tanggal terlihat hitam dari awal sampai akhir.
Lalu aku teringat malaikat maut yang memakai searagam berpangkat berbisik
Ini bulan kematianmu!!
Kemungkinan saat ini menunggu mati, atau memberontak pada takdir kematian
Aku memlih untuk melawan sambil mengingat kematian-kematian lain.
.
Malam terlampau sunyi untuk berita kematian,
yang belakangan ini menjadi akrab di telinga.
Awal bulan ini pendamping hukum
di temukan dalam kondisi kaku tak bernyawa, mulut mengeluarkan busa
karena tanpa sadar meneguk racun yang ditaruh secara sadar
Siapa yang menyangka?
Selang satu minggu ratusan orang menjemput kawan serta ajal
diberondong timah panas tentara karena dituduh menyebar angkara
Siapa penyebar praduga?
Jangka waktu beberapa hari salah satu pemuka agama
Mati tak berdaya di kandang babi, dengan bekas luka tusuk serta tembakan
Siapa yang tega?
Empat hari berselang puluhan nyawa hilang
tergeletak di jalan dengan badan berlubang, kala menuntut hal yang seharusnya dituntut.
Belum kering darah serta ingatan,
Pria paruh baya di seret sembari dipukuli hingga nyawa melayang, karena menolak tambang
Di tanah ini tongkat batu tak lagi jadi tanaman, kini batu dan tongkat dipakai untuk membungkam.
Siapa di balik ini?
Siapa yang bertanggung jawab atas kematian-kematian ini?
Siapa penulis takdir harus mati seperti ini?
Siapa? Siapa? Tunjukan Siapa?
.
Sembari mencari siapa, serta terjaga untuk menolak lupa
Arlojiku berdetik semakin nyaring, membangunkan semua yang terbaring
aku pekikan untuk semua orang berdansalah !!
untuk menjemput mortalitas serta mengingat kematian-kematian lalu.
Penuhi segala sudut kota, di jalan, di depan plaza, di tengah alun-alun.
Bahwa kita sang pengatur waktu, untuk membuat hitam setiap wulan
Peringatan setiap harinya,
untuk menjadi tanda seru atas semua hal yang dipatuhkan
Setiap jam titah yang berkuasa akan terbangun dari tidurnya,
karena kami mimpi buruk setiap rezim yang bertahta.
Jika malaikat maut berpangkat menjaga di seperkian detik,
kami akan menjadi udara melebur dengan pekatnya langit
Sebab tubuh terbatas dan jiwa senatiasa bebas!
Sebab tubuh terbatas dan jiwa senatiasa bebas!
Penulis: Yasin Fajar A