Pelatihan Militer untuk Manajer Koperasi

Sebanyak 30.000 manajer Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dan 5.476 manajer Koperasi
Nelayan Merah Putih (KNMP) mengikuti pelatihan dasar militer (latsarmil) komponen cadangan
sebagai sistem seleksi penerimaan gelombang pertama. Sebagaimana tercantum dalam lampiran
Surat Pengumuman Panitia Seleksi Nasional (Panselnas) nomor 08 tahun 2026 dijelaskan
mengenai panduan pelaksanaan pelatihan kemiliteran komponen cadangan serta pelatihan
manajerial. Pelatihan ini berlangsung selama 45 hari, mulai dari 17 Juni hingga 31 Juli 2026, yang
terdiri atas 30 hari pelatihan kedisiplinan dan 15 hari pelatihan manajerial. Kegiatan tersebut
dilaksanakan di 64 satuan TNI yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.

Perlukah kita menghamburkan 45 juta untuk ini?

Anggota Komisi I DPR Tubagus Hasanuddin menjelaskan bahwa anggaran yang digelontorkan
untuk sepekan pelatihan kemiliteran ini sebesar Rp 5 juta per orang. Jika pelatihan ini berlangsung
selama 9 pekan, maka anggaran keseluruhan adalah Rp 45 juta per orang.

“Sekitar Rp 30 juta digunakan untuk pelaksanaan latihan militer, sedangkan Rp 15 juta untuk
pembelajaran substansi koperasi,” ujar Hasanuddin dalam siaran pers Senin (26/6/2026).
Sedangkan, pelatihan ini diikuti oleh 35.476 orang, berdasarkan kalkulasi, dalam 9 pekan
mencapai Rp 1,596 triliun.

Hasanuddin merefleksikan, kurangnya relevansi pelatihan militer dengan kompetensi yang
diinginkan. Bahkan menurut perhitungannya, apabila pelatihan militer dihapuskan akan
menghemat sekitar Rp 30 juta.

“Kita membutuhkan manajer koperasi yang memiliki kemampuan mengelola bisnis, memahami
tata kelola keuangan, pemasaran, dan pemberdayaan masyarakat. Karena itu, pelatihan harus
benar-benar relevan dengan kebutuhan pekerjaan mereka,” ujarnya.

Disiplin di Gambar, Duka Tersebar.

Tercatat per 30 Juni 2026, sedikitnya 5 peserta pelatihan meninggal dunia. Pertama, Yonanda
Mohamad Taufiq saat berlatih di Satuan Pendidikan Puslatpur Kodiklatad Baturaha. Kedua,
Annisa Muyassaroh saat mengikuti pelatihan di Satuan Pendidikan Dodikjur Rindam
VI/Mulawarman, Balikpapan. Ketiga, Novia Ramadhani Sitohan, saat mengikuti pelatihan di
Satuan Pendidikan Pusbahasa Kodiklatau. Keempat, Muhammad Rifqi Renaldi, pelatihan di
Satuan Pendidikan Yon PARAKO 465. Kelima, Nola Diasari, saat pelatihan di Satdik C
Kalimantan.

Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai buka suara mengenai hal ini, menurutnya
pembentukan mental bagi calon manajer Koperasi Merah Putih tidak harus dilakukan melalui
sistem militer.

“Bagian yang ketiga ini (mental) tidak harus ditanamkan dengan sistem militer, tetapi sifatnya
yakni disiplin, tanggung jawab, cepat, tepat, dan jujur. Harus menghindari latihan fisik yang
berlebihan,” tegas Pigai dalam keterangannya, Minggu (28/6/2026).

Sumber:
https://nasional.kompas.com/read/2026/06/28/23093191/menteri-ham-pigai
pembentukan-mental-calon-manajer-kopdes-tak-harus-lewat.
https://www.hukumonline.com/berita/a/5-calon-manajer-koperasi-meninggal–komnas-ham
desak-latsarmil-dihentikan-lt6a41cc51edd68/
https://phtc.panselnas.go.id/pengumuman
https://www.tempo.co/politik/dpr-ungkap-dana-latihan-militer-kopdes-rp-30-juta-per-orang
2272472

Penulis : Andika Setya Wardana

Editor : Syasi Julia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *