Peluncuran Sekolah Politik BEM UPGRIS, Siapkan Sadar Politik dalam Satu Hari.

Pada Senin, 28 April 2025 pukul 09.54 WIB bertepatan di Lantai 6 Kampus 4, Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas PGRI Semarang mengadakan sekolah politik. Sekolah politik adalah sebuah wadah pendidikan non-formal yang dirancang untuk meningkatkan pemahaman, keterampilan, dan kesadaran politik mahasiswa umum Universitas PGRI Semarang.

Mayhendra Kusuma selaku ketua panitia menjelaskan pembentukan kurikulum diatur oleh Kementerian Politik Hukum dan HAM.

“Kalo itu lebih mengatur menterinya pak dari Kementerian Politik Hukum dan HAM” ujarnya. Di lain sisi, kurang terlibatnya ketua panitia dalam pembentukan kurikulum menjadi bahan evaluasi kedepan. “Ngga ikut” tegasnya.

Sekolah Politik tahun ini berlangsung selama satu tahun dengan alasan uji coba.

“Kalo rencana sih ini tuh, kan sekolah politik dari tahun kemaren sempet hilang dan ini dicoba kalo berhasil, nanti ketika kalo Dismawa (Diskusi Mahasiswa) kalo pada mau minta di lanjutin sekolah politik akan dilanjut tahap kedua” jawab Mayhendra.

Dengan sasaran seluruh mahasiswa umum, menurut Mayhendra output acara Sekolah Politik tahun ini ialah mahasiswa yang lebih sadar akan organisasi dan politik. Proses pengawalan dari output yang ditawarkan oleh panitia adalah diadakannya rancangan tindak lanjut berupa penugasan kepada peserta.

“Itu nanti diakhir acara ini ada rancangan tindak lanjut, nanti rancangannya ada tindak lanjut, nanti itu akan diback up Sama instruktur sampai semua peserta itu melaksanankan tugas itu dengan baik, sampai seolah agar bisa membantu mahasiswa sekolah politik lagi” ucap Mayhendra.

Ulin salah seorang peserta dari Program Studi PJKR mengemukakan bahwa baru pertama kali mengikuti sekolah politik dan dirasanya bermanfaat.

“Sangat bagus, sekolah politik itu yang saya dengar ini baru pertama kali, jadi menurut saya sangat bagus dan manfaatnya sangat banyak, dan menurut saya pribadi juga karena saya suka di politik jadi mau ngga mau dan harus mengikuti ini buat memperkaya ilmu saya di politik dan sekiranya hal hal yang ada unsur politik nya dan sebagainya” ujarnya.

Alasan Ananda Haidar salah seorang peserta dari Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris ialah sebatas penasaran mengenai politik

“Karena ya itu saya kepo, kaya politik sebenernya politik itu bagaimana, bentuk bentuknya politik itu apa aja si, kan action-actionnya macem-macem ya” ucapnya.

Beberapa kritik mengenai pelaksanaan acara Sekolah Politik dilontarkan oleh Ulin

“Untuk kritik saran ini kan baru pertama kali dari saya lebih ke waktunya saja, karena waktunya itu bisa dibilang masih berlebihan beluk sesuai sama roundown dan yang kedua mungkin dari ketertiban peserta nya bisa diatur lagi, terutama ketertiban dari panitia tidak bekerja tapi malah asik sendiri” tegas Ulin.

Kritik saran serupa dilontarkan oleh Satrio Andono Cahyo peserta dari Program Studi PGSD

“Semoga kedepannya dari sekpol sendiri entah kedepannya tahun ini atau berikutnya agar lebih serius atau ke step ke step selanjutnya lalu pembenahan dari panitia sendiri juga agar tahun berikutnya berinovasi lebih lebih lagi dan tak lupa juga untuk peserta agar selalu memperhatikan atau menghormati pemateri yang sedang memberikan materi ke teman teman semuanya” ucapnya.

Penulis : Andika Setya Wardana

Reporter : Safana Berliana Mei Rizqi

Editor: Ika Nugrahaning Saputri

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *