ASASI ke-35: Mengulas Sastra Dalam Film “Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck”

Semarang – Ajang Apresiasi Unit Kegiatan Mahasiswa Kajian Ilmu Apresiasi Sastra (KIAS), mempersembahkan Ajang Apresiasi Sastra Film ke-35 (ASASI) “Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck” karya Buya Hamka yang disutradari dan ditulis oleh Sunil Soraya tahun 2013. Acara ini adalah upaya untuk merayakan ekranisasi wahana karya sastra yang diadaptasi ke dalam film, guna menyoroti hubungan erat antara diskusi literasi dan sinema dengan menghadirkan pemateri Kartika yang juga merupakan alumni UKM KIAS, pada Jum’at (3/4/2026).

Kegiatan rangkaian acara meliputi pemutaran film, diskusi, serta halal bihalal dan makan bersama. Dalam kegiatan diskusi “Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck,” banyak menyoroti mengenai latar belakang sosial budaya masyarakat, yang terkandung nilai-nilai, moral, dan wawasan yang mampu memberikan inspirasi serta memperkaya kebudayaan kita.

Film relevan dengan minat mahasiswa, terutama karena mengangkat kisah romansa yang berkaitan dengan konflik sosial. Penayangan film berlangsung kurang lebih 2 jam 40 menit, suasana kondusif dengan pencahayaan redup, kemudian kembali terang dilanjut sesi diskusi guna mendukung interaksi aktif antara pemateri dan audiens.

Afra, selaku ketua panitia pada acara ASASI, menyampaikan bahwa ASASI bukan sekadar kegiatan diskusi semata, tetapi ajang untuk mengenal sastra sinema yang ada di Indonesia.

“Sebenarnya tujuannya kalau misalnya ini juga saling kenal, saling mengakrabkan dan kita juga tahu film-film sastra-sastra yang ada di Indonesia juga seperti itu,” ungkapnya.

Rangkaian acara tidak hanya mencakup pemutaran film dan diskusi, tetapi juga sesi halal bihalal serta makan bersama untuk mempererat kebersamaan antar anggota dan peserta dari berbagai UKM. Kegiatan ini merangkul tidak hanya mahasiswa internal tetapi juga eksternal di antaranya seperti UKM Cakra, Sukuteki, dan perwakilan dari Universitas Semarang (USM).

Salah satu peserta, Ria, alumni KIAS dari Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI), mengaku tertarik dengan pemilihan film yang diangkat. “Menarik karena latarnya di Padang dan jarang saya temui. Ini menambah pengalaman baru dalam menonton film bertema sastra,” ungkapnya.

Melalui kegiatan ASASI ini, UKM KIAS berharap dapat meningkatkan apresiasi mahasiswa terhadap karya sastra Indonesia sekaligus membuka ruang diskusi kritis mengenai isu sosial dan budaya yang relevan hingga saat ini.

Penulis:Herlia

Reporter : agni

Editor: Dhea

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *