Feature

Misteri Naskah Asli Supersemar
Feature

Misteri Naskah Asli Supersemar

Bayangkan, ada secarik surat yang mempunyai kekuasaan luar biasa yang bisa mengalihkan kekuasaan presiden. Di tengah huru-hara pencarian dalang peristiwa berdarah di Indonesia pada saat itu, sebuah kekuasaan baru muncul. Orang-orang menyebut Surat Perintah Sebelas Maret (Supersemar) yang diperingati pada tanggal 11 Maret setiap tahunnya. Peristiwa ini menjadi salah satu momen kontroversial dalam sejarah Indonesia, masa peralihan kepemimpinan dari Orde lama ke Orde baru, dari Presiden Soekarno kepada Presiden Soeharto. Mandat Presiden Soekarno? Supersemar merupakan surat perintah yang diyakini berisi mandat Presiden Soekarno kepada Letjen Soeharto untuk mengambil segala tindakan yang dianggap perlu untuk mengatasi situasi keamanan negara. Surat ini dikeluarkan dari Markas Besar Angkat...
Gambang Semarang: Warisan Budaya yang Hampir Terlupakan
Feature

Gambang Semarang: Warisan Budaya yang Hampir Terlupakan

Bagaimana jika seni pertunjukan musik, vokal, tari dan lawakan dari budaya Jawa dan Tionghoa disatukan? Itulah Gambang Semarang. Sebagai Ibu Kota Jawa Tengah, Semarang dikenal sebagai kota dengan keragaman budaya yang unik. Sejak zaman kolonial, kota ini telah menjadi tempat percampuran berbagai budaya, termasuk Jawa, Tionghoa, Arab, dan Eropa. Perpaduan budaya tersebut melahirkan beragam tradisi dan seni lokal yang khas, salah satunya adalah Gambang Semarang. Selain Gambang Semarang, kota ini juga punya tradisi lain seperti Dugderan, yaitu perayaan umat muslim dalam menyambut bulan Ramadhan. Serangkaian acara lengkap  beserta kuliner khas seperti lumpia dan wingko babat yang juga dipengaruhi budaya Tionghoa. Sayangnya, dari sekian banyak tradisi yang ada, Gambang Semarang kini semak...
Mengenang Pemberontakan PETA di Blitar Tahun 1945
Feature, Indepth News, Infografis

Mengenang Pemberontakan PETA di Blitar Tahun 1945

Per tanggal 14 Februari, tanah air kita memperingati salah satu hari bersejarah yang menjadi pemantik perjuangan bangsa menuju kemerdekaan. Disaat Jepang lengah pada Perang Dunia II (1939/1945), Pasukan Pembela Tanah Air (PETA) memanfaatkan momentum untuk merencanakan pemberontakan. Dari peristiwa ini pepatah “Senjata Makan Tuan” benar adanya. PETA yang awalnya dibentuk untuk membantu Jepang berbalik mennyerang koloni Jepang. Selain itu kita juga mengenal sosok Soeprijadi atau biasa dikenal dengan Supriyadi, anggota PETA yang memimpin pemberontakan ini. Di bawah komando pria yang lahir di Trenggalek ini pemberontakan PETA meletus, walau pada akhirnya bisa dibungkam oleh Jepang kembali. Beberapa tentara PETA yang terlibat diadili di Jakarta, sementara Supriyadi menghilang dan jejaknya tidak...
Mengudara Sejenak, Menapaki Jejak Sejarah RRI Semarang
Feature

Mengudara Sejenak, Menapaki Jejak Sejarah RRI Semarang

Di sudut Semarang yang berdebu oleh jejak sejarah, di antara lorong waktu yang pekik akan perjuangan, ada suara yang tak pernah benar-benar padam. Suara itu bukan sekadar frekuensi yang merambat di udara, melainkan nyanyian perlawanan, gema kebebasan, dan nafas bagi jiwa-jiwa yang merindukan kemerdekaan. Itulah RRI Semarang, yang terletak di Jalan Ahmad Yani Nomor 144-146, Karangkidul, Kecamatan Semarang Tengah, Kota Semarang. Gelombang suara itu tak hanya menjadi saksi zaman, tetapi juga penanda bahwa sejarah selalu bergemuruh dalam gelombang yang tak kasat mata. Lahirnya Radio Semarang (1936) Tahun 1936, di bawah bayang-bayang kolonialisme Belanda, lahirlah Radio Semarang di Jalan Veteran, sebuah studio kecil dengan pemancar sederhana berkekuatan 150 watt. Dengan anggota yang semul...
Kilas Balik Perjalanan Pers Nasional
Feature

Kilas Balik Perjalanan Pers Nasional

Jika sejarah pers global dimulai pada abad ke - 15 dengan penemuan mesin cetak oleh Johannes Gutenberg di Mainz, Jerman, sekitar tahun 1440, Sobat Voders penasaran gak sih bagaimana perjalanan pers nasional itu sendiri? bagaimana perkembangannya dari masa ke masa, lalu kenapa bisa disebut sebagai hari pers nasional? Begini ceritanya. Eksistensi Surat Kabar Medan Prijaji Perkembangan pers di Indonesia diawali dengan munculnya surat kabar Medan Prijaji . Surat Kabar ini terbit di Bandung pada tahun 1907 di bawah redaktur Raden Mas Tirto Adi Suryo dan menjadi pelopor pers nasional. Hasil wawancara dari Agung Dwi Hartono melalui Indexpress yang berada dalam buku Agama Saya Adalah Jurnalistik karya Andreas Harsono (2010:64) menjelaskan bahwa Medan Prijaji adalah pers yang sejak pertama te...
Bayang-Bayang Orde Lama pada Diskriminasi Etnis Tionghoa
Feature

Bayang-Bayang Orde Lama pada Diskriminasi Etnis Tionghoa

Masyarakat Tionghoa telah hadir di Nusantara sejak abad ke-7, terutama sebagai pedagang yang menjalin hubungan dagang dengan kerajaan-kerajaan maritim seperti Sriwijaya dan Majapahit. Pada masa kolonial Belanda, mereka dikategorikan sebagai Vreemde Oosterlingen (Orang Timur Asing) dan ditempatkan dalam sistem sosial yang berbeda dari pribumi dan Eropa. Mayoritas bermukim di kota-kota pelabuhan seperti Batavia, Semarang, dan Surabaya, dimana mereka berperan sebagai pedagang, pengrajin, atau buruh di perkebunan dan pertambangan. Pada awal abad ke-20, etnis Tionghoa mendominasi sektor perdagangan, meskipun mereka sering kali terjebak dalam posisi sebagai pedagang kecil akibat kebijakan kolonial yang membatasi akses mereka terhadap perdagangan barang-barang Eropa. Setelah jatuhnya VOC pada tah...
Menengok ‘Pagoda Avalokitesvara’ sebagai Warisan budaya  Semarang
Artikel, Feature

Menengok ‘Pagoda Avalokitesvara’ sebagai Warisan budaya Semarang

  Sumber gambar: detik.com Ternyata Semarang masih menampakkan eksistensinya di dunia pariwisata. Selain menjajakan pariwisata interaktif, Semarang juga memperkenalkan potensi budaya melalui Wisata Budaya. Salah satunya, Pagoda Avalokitesvara Buddhagaya Watugong yang memiliki ketinggian 45 meter di atas permukaan tanah. Pagoda yang terletak di Pudak Payung Kecamatan Banyumanik ini memiliki segudang cerita. Sejarah Pagoda Kebudayaan yang ditonjolkan pada pagoda ini identik dengan agama Budha. Pagoda Buddhagaya juga dikenal dengan nama Pagoda Dewi Kwan Im. Sebutan ini ditujukan karena terdapat patung Dewi Kwan IM. Pagoda ini juga memiliki nama lain Pagoda Metakaruna atau Pagoda Cinta Kasih karena keberadaannya untuk menghormati sosok Kwan Sie Im Po Sat, sang Dewi cinta kasih. ...
Terang Obor ‘Lamporan’ Sebagai Tanda Agar Manusia Selalu Memihak Terang Dan Tidak Terkungkung Kegelapan
Arsip, Feature

Terang Obor ‘Lamporan’ Sebagai Tanda Agar Manusia Selalu Memihak Terang Dan Tidak Terkungkung Kegelapan

“Salam Kendeng! Lestari!” Tahukah kalian bahwa ada tradisi di Sukolilo, Pati yang digelar tiap tahunnya bernama tradisi lamporan. Tradisi ini diperingati setiap bulan Muharam atau Suro pada tanggal Lima. Mungkin kalian sedikit asing dengan kata “Lamporan” itu sendiri. Lamporan adalah tradisi yang dilakukan oleh sedulur sikep atau penganut kepercayaan Samin Surosentiko (Salah satu tokoh masyarakat Kendeng yang dipercaya melawan VOC) dan segenap warga sekitar sebagai bentuk tolak bala dari hama dan penyakit yang menyerang tanamam dan ternak milik mereka. Tahun ini, tradisi lamporan dengan tema “Nyiwer Kendeng” dilaksanakan pada sabtu, 18 januari 2025 di Alas Sonokeling, Dukuh Misik, Sukolilo, Pati. Acara dimulai jam 19.00 WIB hingga nyaris tengah malam. Acara malam itu dibuka denga...