Pelantikan Lemawa dan Ormawa: Langkah Awal Kepengurusan Tahun 2026

Selasa (2/3/2026), Universitas Persatuan Guru Republik Indonesia Semarang (UPGRIS) secara resmi melantik pengurus baru Lembaga Mahasiswa (Lemawa) dan Organisasi Mahasisiwa (Ormawa) periode 2026. Pelantikan ini dihadiri Rektor UPGRIS DR. Sri Suciati, M.Hum, pembina kemahasiswaan serta pengurus dan anggota baru Ormawa dan Lemawa. Prosesi dimulai pada pukul 07.49 WIB tepatnya di Balairung Kampus 1 Universitas PGRI Semarang.

Pelantikan Ormawa dan Lemawa bukan sekadar prosesi formalitas tahunan, melainkan titik awal pergerakan yang baru. Periode ini diharapkan dapat menjadi wadah pengembangan diri dan penggerak aspirasi mahasiswa dalam berorganisasi. Sejumlah 1.708 mahasiswa dilantik menjadi pengurus Ormawa dan Lemawa.

Ucapan selamat dan harapan besar juga disampaikan Rektor DR. Sri Suciati, M.Hum, pada sambutannya pagi itu.

”Tentu sebelumnya, saya mengucapkan selamat untuk seluruh pengurus yang baru. Selamat mengemban amanah. Ini adalah sebuah kehormatan tetapi sekaligus merupakan sebuah tanggung jawab yang sangat besar. Jadikan kesempatan saudara menjadi pengurus Ormawa Lemawa ini sebagai ladang pengabdian untuk membawa perubahan penting, perubahan besar bagi seluruh mahasiswa,” tuturnya.

Ia juga menyoroti partisipasi mahasiswa dalam pemira yang berhasil menjaring 78% partisipan, ia mengungkapkan bahwa angka tersebut juga menjadi tanda minat kepedulian mahasiswa terhadap organisasi kampus.

“Ini adalah angka yang sangat impresif, yang patut diapresiasi karena belum tentu perguruan tinggi lain bisa mencapai angka setinggi ini. Ini sekaligus juga membuktikan bahwa para mahasiswa memiliki kepedulian yang luar biasa juga terhadap organisasi mereka.”

Rektor Universitas PGRI Semarang itu menyebutkan ada tiga hal yang dapat dipastikan bisa kita pelajari ketika berorganisasi. Pertama adalah Resiliensi, dalam mengawali organisasi tentunya program kerja tak jarang banyak yang sulit diselesaikan, tetapi bagaimana caranya agar tetap bangkit dan menyelesaikanya merupakan tindakan dari sikap Resiliensi.

Kedua Negosiasi, dalam suatu organisasi terdapat ide-ide yang berasal dari banyak kepala. Keinginannya pun berbeda-beda, meski semua itu untuk tujuan bersama. Negosiasilah yang dapat menjadi tawaran keputusan dalam menentukan arah gerak yang sama. Kemudian yang ketiga Empati, belajar empati melalui memimpin dengan hati dan tidak semata-mata menyampaikan intruksi.

Prosesi diakhiri dengan pelantikan pengurus dan pemberian simbolis surat keputusan kepada tujuh perwakilan Lemawa dan 34 unit Ormawa (UKM) yang resmi dilantik dan mulai menjalankan masa kepengurusan periode 2026 Universitas PGRI Semarang.

Penulis: Dhea S Gayatri

Editor: Syasi Julia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *