Pekat!

Bulan ini siang amat terik, dan malam terlampau dingin

Tak seperti bulan sebelumnya yang terlampau memaksa kita untuk bilang Merdeka

Serta tak sama dengan bulan setelahnya yang terlalu sakti untuk bicara ideologi

Karena pada kalender yang aku dapat dari santri yang menjajakan dari rumah ke rumah lain

Bahwasannya bulan ini warna tanggal terlihat hitam dari awal sampai akhir.

Lalu aku teringat malaikat maut yang memakai searagam berpangkat berbisik

Ini bulan kematianmu!!

Kemungkinan saat ini menunggu mati, atau memberontak pada takdir kematian

Aku memlih untuk melawan sambil mengingat kematian-kematian lain.

.

Malam terlampau sunyi untuk berita kematian,

yang belakangan ini menjadi akrab di telinga.

Awal bulan ini pendamping hukum

di temukan dalam kondisi kaku tak bernyawa, mulut mengeluarkan busa

karena tanpa sadar meneguk racun yang ditaruh secara sadar

Siapa yang menyangka?

Selang satu minggu ratusan orang menjemput kawan serta ajal

diberondong timah panas tentara karena dituduh menyebar angkara

Siapa penyebar praduga?

Jangka waktu beberapa hari salah satu pemuka agama

Mati tak berdaya di kandang babi, dengan bekas luka tusuk serta tembakan

Siapa yang tega?

Empat hari berselang puluhan nyawa hilang

tergeletak di jalan dengan badan berlubang, kala menuntut hal yang seharusnya dituntut.

Belum kering darah serta ingatan,

Pria paruh baya di seret sembari dipukuli hingga nyawa melayang, karena menolak tambang

Di tanah ini tongkat batu tak lagi jadi tanaman, kini batu dan tongkat dipakai untuk membungkam.

Siapa di balik ini?

Siapa yang bertanggung jawab atas kematian-kematian ini?

Siapa penulis takdir harus mati seperti ini?

Siapa? Siapa? Tunjukan Siapa?

.

Sembari mencari siapa, serta terjaga untuk menolak lupa

Arlojiku berdetik semakin nyaring, membangunkan semua yang terbaring

aku pekikan untuk semua orang berdansalah !!

untuk menjemput mortalitas serta mengingat kematian-kematian lalu.

Penuhi segala sudut kota, di jalan, di depan plaza, di tengah alun-alun.

Bahwa kita sang pengatur waktu, untuk membuat hitam setiap wulan

Peringatan setiap harinya,

untuk menjadi tanda seru atas semua hal yang dipatuhkan

Setiap jam titah yang berkuasa akan terbangun dari tidurnya,

karena kami mimpi buruk setiap rezim yang bertahta.

Jika malaikat maut berpangkat menjaga di seperkian detik,

kami akan menjadi udara melebur dengan pekatnya langit

Sebab tubuh terbatas dan jiwa senatiasa bebas!

Sebab tubuh terbatas dan jiwa senatiasa bebas!

Penulis: Yasin Fajar A

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *